Ads Header

Pages

Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Bersambung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Bersambung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 April 2017

Kisah Pemerkosaan Ita Si Gadis Mungil Yang Malang Part 1

Cerita Nafsu Birahi - Sungguh malang nasib ita,mahasiswi yang berwajah manis dan bertubuh mungil itu harus mengalami nasib yang tragis.dia diperkosa bergilir oleh teman kampusnya.ita yang kuliah disebuah kampus di kota "P" memang memiliki kesempurnaan tubuh yang mampu memikat siapa saja dari kaum adam wajahnya yang manis,tubuh yang padat berisi,postur mungilnya serasi dengan sepasang payudara yang bulat dan tidak terlalu besar serta rambut pendek sebahu semakin menambah kecantikannya.sifatnya yang mudah bergaul memungkinkan dia banyak teman baik cewe atau cowo.dikampus dan pergaulannya dia sering mengenakan jilbab,walau begitu jika sedang dirumah dia tak berjilbab dan berpakain santai seperti cewe kebanyakan.



Kejadian bermula pada hari sabtu siang ketika ita baru saja pulang dari kampus dan hendak beristirahat.tiba-tiba hp miliknya berdering.dilayar tercantum nama doni.dia adalah teman kampus ita. "halo don,ada apa?".sapa ita. "holo juga,ga aku cuma mau ngajak kamu belajar bareng dirumahku!"jawab doni. "sama sapa aja?" tanya ita lagi. "sama aku,heri,tio,agus terus evi,ika sama tika juga ikut".jelas doni. Karna merasa ada cewe lain yang ikut akhirnya ita pun mengiyakan ajakan doni. Sekitar pukul 3 sore dia menuju rumah doni yang berjarak tak jauh dari kost-kostan ita.dia mengenakan jilbab hitam serta kaus lengan panjang berwarna merah muda serta celana jeans yang makin membuat lekuk tubuhnya terlihat walau dia berjilbab. Berapa saat kemudian ita sampai dirumah doni disana sudah ada agus,tio dan heri namun dia belum melihat ada cewe yang datang. "eh kalian dah nyampe,mana vivi sama yang lain?"tanya ita.

Mereka tak menjawab pertanyaan ita.agus langsung bangkit dan mengunci pintu sedangkan tio,heri dan doni menghampiri ita yang berdiri kebingungan. "eh,apa-apaan ini?apa yang akan kalian lakukan?".ita mulai panik dengan keadaan ini. "tenang sayang,kita akan bersenang senang sampai pagi!"doni menimpali ita dengan senyum yang aneh. Sementara tio dan heri mulai menghampiri ita dan memegang kedua tangan ita.agus langsung maju dan memeluk ita dan memaksa memagut bibir mungil ita.tio dan heri mulai bergerilya dipayudara mungil ita yang menawan.doni tak mau kalah dia memeluk ita dari belakang tangannya bergerilya kedaerah selangkangan ita,mengelus vagina ita dari luar.doni mulai mencari retsleting celana jeans ita untuk membukanya.ita tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangannya dipegang erat oleh tio dan heri.sementara agus yan memagut bibirnya membuat dia susah bernafas.

Akhirnya doni berhasil membuka celana jeans milik ita dan menurunkannya sampai batas mata kaki.doni kembali berdiri dan kembali meraba vagina ita.kali ini dia langsung menyentuh vagina ita melalui celah CD warna krem milik ita. "wah,memek kamu anget banget,jembutnya juga halus!".komentar doni. Tio dan heri tak mau kalah mereka mulai melucuti kaos yang dikenakan ita,agus pun berhenti memagut ita untuk memudahkan tio dan heri membuka kaos ita.kiti ita berdiri dengan jilbab dan bh serta cd saja,dikelilingi oleh 4 pria yang menatapnya dengan buas seolah-olah siap menghabisi mangsanya. "bener-bener mulus nih cewe,susunya juga montok".komentar heri.

Ita yang merasa risih langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menutup payudara dan vaginanya. "wah,jangan malu-malu gitu dong,kamu khan cantik".timpal tio. Kemudian agus mendekat dan memeluk tubuh ita tangannya bergerilya dipunggung ita untuk mencari pengait bh ita.kemudian tanpa ragu-ragu agus membuka bh hitam milik ita.semua pria menatap kagum pada payudara ita yang ranum dengan pentil merah muda yang terlihat begitu segar dan menggoda. Tanpa komando mereka mengerubuti tubuh bugil ita.doni dan agus berbagi payudara ita sementara tio melepas cd ita dan mulai memainkannya dia menjilat dan membuka vagina ita dengan kedua jarinya tak lupa dia juga menggosok klitoris mungil milik ita.sementara tio memeluk ita dari belakang dan mencium bibir ita dengan semangat.beberapa kali mereka berpindah peran hingga semua mencicipi bibir,payudara,vagina dan pantat sekal ita.entah sudah berapa kali ita orgasme,tubuhnya terasa lemas.mungkin jika tak ditopang oleh agus,ita sudah jatuh lemas.seluruh tubuhnya basah oleh keringat yang semakin memancarkan aroma khas yang menggoda pria disekitarnya.mereka sudah merasakan cairan vagina ita yang manis dan gurih,sudah hampir 30 menit mereka menggerayangi ita diruang tamu dalam posisi berdiri.hingga akhirnya doni mengambil gelang besi yang terikat tambang. kemudian dia memasangkan gelang itu dikaki kanan ita,kemudian doni menarik tambang dan memaksa ita yang lemah untuk melangkah.doni membawa ita ke kamarnya.

Disana ada tempat tidur yang cukup luas.kemudian doni memasang gelang lagi dikedua tangan ita kemudian mengaitkan dengan tambang untuk menggantungkan ita.kembali ita akan diperkosa dalam keadaan berdiri.kini kondisinya lebih parah karena tangannya terikat keatas yang semakin mengekspos keindahan tubuhnya.ketiaknya juga menjadi daya tarik tersendiri. Kini keempat pria itu sudah bugil,ita semakin takut diapun memejamkan mata dan meneteskan air mata.dia tak sanggup membayangkan bagaimana nasibnya nanti.jilbab hitam milik ita masih setia menemaninya walau sudah acak-acakan. "saatnya ngentot memek".suara heri menggentarkan hati ita yang tak berdaya. Kembali mereka mendekati tubuh ita,agus mejelajahi wajah dan leher ita sebelum akhirnya berhenti dibibir mungil ita.sementara doni dan tio berbagi payudara ita,sedangkan heri duduk dibawah diantara selangkangan ita kemudian mengangkat kedua kaki ita yang tergantung keatas pundaknya kemudian dengan rakusnya dia menjilati vagina perawan ita yang masih berbentuk garis lurus dan ditumbuhi sedikit rambut halus diatasnya.mereka terus menyerbu tubuh mungil nan mulus milik ita hingga tak terhitung berapa kali ita orgasme dan berapa kali mereka orgasme yang jelas kini tubuh ita penuh dengan sperma milik keempat pria tersebut,setelah hampir 1 setengah jam mereka menggerayangi ita mereka mulai lemas,merekapun beristirahat dan membiarkan tubuh ita tergantung lemas dengan telapak kaki agak menjijit tak sampai dilantai.melihat ada karet gelang dan jepit jemuran ide mesum agus tiba-tiba muncul. "kayaknya kalo pentil sama itil kamu dikasih ini pasti tambah cantik".

Kata agus sambil mendekati ita. Ita tak percaya dan menggelengkan kepala tanda tak setuju. "jangan,tolong jangan please...."ucap ita penuh iba agar agus tak melakukan hal itu. Namun hal itu tak berpengaruh pada agus dia mendekati ita dan menyingkap ujung jilbabnya yang menutupi sebagian payudaranya.agus mulai mengikat puting ita dengan karet kemudian menjepitnya dengan jepitan jemuran.sungguh pedih sekali,itapun kembali menitikan air mata menahan sakit.sementara tio,doni dan heri hanya tertawa menyaksikan keisengan temannya sambil masing2 memegang penisnya untuk onani.namun itu belum selesai,agus kemudian jongkok dan membuka bibir vagina milik ita dengan jarinya untuk mencari klitorisnya.setelah ketemu tanpa permisi agus langsung menjepitkan penjepit jemuran di klitoris mungil ita.yang terdengar selanjutnya adalah erangan memilukan dari mulut ita yang menahan sakit dan perih,namun hal itu justru menjadi lagu yang merdu penuh nafsu bagi agus dan kawan kawan.setelah selesai mengerjai ita,agus kembali duduk dilantai bersama tio dan yang lainnya sambil menatap diri ita yang tergantung tak berdaya dengan jilbab hitam dan airmata yang terus mengalir serta penjepit jemuran dipayudara dan vagina ita. "gimana rasanya memek sama payudara dijepit gitu?sakit ga?"celoteh tio. Ita hanya menunduk dan memejamkan matanya.

Hampir 20 menit digantung dengan puting dan klitoris dijepit membuat ita lemas dan mati rasa. "eh,siapa nih yang dapet memek perawan punya ita?". Suara tio tersebut jelas menimbulkan rasa takut pada diri ita.menyadari dirinya akan kehilangan keperawanannya dengan tragis. "ya gue dulu lah,kan gue yang punya rumah".protes doni. "tapi kan gue yang punya ide".jelas tio. Akhirnya merekapun berdiskusi hingga akhirnya heri memberi usul. "gimana kalo kita main kartu aja yang menang duluan berarti yang dapet memek ita pertama". Merekapun menyetujuinya,akhirnya mereka melepaskan ikatan ita kemudian merebahkannya dilantai keramik.mereka hendak mejadikan ita sebagai "meja"permainan kartu mereka.dinginnya lantai keramik begitu terasa menusuk ditubuh ita,setelah itu mereka berempat mulai duduk mengelilingi ita.doni disamping kanannya sementara tio disebelah kirinya kemudian heri berada diatas kepala ita dan agus berada diantara selangkangan ita.permainan pun dimulai,ditengah permainan mereka juga mencuri-curi kesempatan untuk menjamah tubuh ita bahkan doni dan tio yang berada disamping ita menuntun ita untuk memainkan penis mereka masing-masing.doni dan tio merasakan nikmat yang luar biasa ketika tangan mulus ita menyentuh penis mereka.beberapa saat kemudian,heri menang disusul doni tio kemudian agus.itu artinya herilah yang beruntung menyicipi vagina ita untuk pertama kalinya.

Tanpa basa-basi heri menyeret ita keranjang empuk milik doni.disinilah heri akan mengambil keperawanan ita disaksikan oleh ketiga temannya. Heri langsung menindih tubuh mungil ita,dada heri menindih payudara ita yang padat berisi,penisnya bergerilya dipermukaan vagina ita.heri mengerang nikmat dan memandangi wajah ita yang sedang memejamkan mata merasa ketakutan.jilbab hitamnya sudah lecek dan basah oleh airmata,keringat dan sperma mereka berempat. Heri mulai mencari lubang vagina ita untuk dimasuki oleh penisnya,mulutnya masih mencium bibir ita serta tangannya meremas payudara ita.penis heri mulai menemukan apa yang dicari perlahan mulai didorongnya penis itu makin dalam,ita merasa penis itu terlampau besar untuk vaginanya diapun kembali memejamkan matanya lebih erat,sementara penis heri makin masuk kedalam vaginanya. "ah...wah,bener-bener sempit nih memeknya ita,anget lagi".celoteh heri yang membuat teman-temannya iri. Akhirnya penis heri sudah masuk seluruhnya kedalam vagina ita.nampak darah segar mengalir dari vagina milik ita yang menandakan bahwa dia masih perawan. "aahhh.......sakiiitt....periiihh....!".rintih ita yang nyaris tak terdengar.

Heri sejenak berhenti dan menikmati sensasi lubang sempit itu. "tenang sayang,sebentar lagi juga enak kok...memek kamu bener-bener sempit.!"heri berujar sambil tangannya tak henti bergerilya dipayudara milik ita. Sementara itu,sambil menunggu giliran,dino,agus dan tio beronani sambil menonton pertunjukan hot secara live. Setelah cukup lama terdiam akhirnya heri mulai menggerakan penisnya perlahan-lahan namun dengan tempo yang terus bertambah. "ahh...ah...ahh..uh...uh...sudah cukup hentikan panaas...periiih....cukuup...!".jerit ita histeris. Hal ini wajar karena selain ini yang pertama baginya,ukuran penis doni dan kondisi vagina yang masih sempit dan kering juga ikut berpengaruh menambah rasa sakit. Sementara itu,heri makin intens menggenjot vagina ita diselingi dengan mengecup bibir mungil ita dan meremas atau melumat payudara ita.

Sudah hampir 20 menit heri menggenjot ita,vagina ita juga sudah mulai licin oleh cairan cinta dari vaginanya. Akhirnya heri mempercepat genjotannya.ita semakin erat meremas sprei dan bantal yang ada ditangannya.hingga akhirnya heri mencapai klimaks. "ah...telan pejuku,telan semua,masukin ke memek kamu".erang heri. Akhirnya heri berbaring lemah diatas tubuh mungil ita sebelum penisnya mengecil dan menyabutnya. Kini ita sudah lemah sekujur tubuhnya penuh keringat.tak ada lagi wangi parfum yang tersisa,jilbabnya juga basah oleh keringat dan airmatanya.sementara itu,lelehan darah bercampur sperma mengalir dari lubang vaginanya. Namun,penderitaannya belum usai,masih ada tiga pria yang menanti untuk dipuaskan. "giliran gue nih!"sorak doni dengan riang. Doni segera menghampiri tubuh ita yang sudah lemas.tak lupa doni mengambil cd milik ita,cd itu ia gunakan untuk membersihkan vagina ita yang penuh dengan bekas sperma heri dan darah perawan ita.setelah itu,doni tidur terlentang dan segera mengangkat tubuh ita untuk menindihnya.rupanya doni ingin memperkosa ita dalam posisi women on top.ita yang sudah lemas menurut saja ketika doni menariknya dan meletakannya diatas tubuh doni,setelah itu,doni mulai mengecup kening,pipi dan tentu saja bibir ita yang sangat menggoda itu.

Tangan kanannya berada dipayudara sintal milik ita sementara tangan kirinya sibuk mencari klitoris ita disela vaginanya,dia ingin vagina ita basah dahulu sebelum dia memasukan penisnya.rupanya cara itu cukup ampuh,beberapa saat kemudian dia merasa jari tangannya mulai basah oleh cairan cinta itu. "akhirnya keluar juga,gimana enak ga?nih kamu jilat jariku bekas memek kamu!".perintah doni sambil memaksa ita untuk membuka mulut dan memasukan jarinya. Ita pun akhirnya menjilat jari tangan doni dengan rasa jijik. "saatnya mulai....nih,rasain kontol ku yang bakal ngebor dimemek kamu." seru doni. Akhirnya perlahan doni memasukan penisnya kedalam vagina ita,cairan yang keluar jelas sangat membantu.penis itu terasa mudah menerobos vagina ita.setelah masuk seluruhnya doni mulai menggenjot tubuh ita,hal itu membuat pantat ita yang bulat padat bergoyang penuh gairah dimata agus,tio serta heri.kemudian agus yang tak tahan menghampiri mereka dan langsung mencium pantat ita,tak hanya itu,agus mulai meludahi pantat ita dan jarinya setelah itu dia mulai memasukan jarinya kedalam lubang dubur ita yang sangat sempit.jelas hal ini membuat ita sangat kesakitan,apalagi tak hanya satu jari yang masuk namun dua sekaligus jari telunjuk dan jari tengah agus.

"aduuuh....sakiiit....!!!".jerit ita yang merasakan ada benda asing dikedua lubang pribadinya. Doni dan agus terus mengerjai kedua lubang milik ita,doni merasa ita sudah dua kali orgasme,sekarang tubuh ita lemas dan hanya pasrah menerima perlakuan mereka.akhirnya doni merasa akan mencapai klimaks. "ah....ah...ah...aku nyampe,memek kamu gurih banget ta." lengkuh doni. Kemudian doni mendorong ita hingga akhirnya ita terlentang disebelahnya kemudian doni segera bangkit dan langsung memuntahkan sperma dipayudara dan wajah ita. "ayo mandi dulu pake peju aku biar tambah cantik."ejek doni. Kini kedua payudara ita serta wajah ita penuh dengan sperma doni.sekarang penis doni berada dipermukaan vagina ita untuk menyelesaikan klimaksnya.setelah itu,tangan doni mengambil ujung jilbab ita untuk mengelap batang penisnya dan mengelap wajah imut ita yang berlumpuran spermanya. Ita kini hanya mampu memejamkan mata sambil menangis meratapi nasibnya.setiap hela nafasnya membuat payudaranya bergerak sangat menawan dan menggoda mereka berempat.sebelum giliran tio tiba, mereka mengerubuti ita untuk nyusu dipayudara kenyal itu,bahkan agus yang gemas meremas payudara ita dengan cukup keras yang membuat ita merintih kesakitan.setelah puas,mereka memberi kesempatan kepada tio untuk mengambil alih permainan. "sekarang gilirang gue,tenang sayang,aku bakalan bermain halus kok". BERSAMBUNG...

Bagai Mana Dengan Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Dibawah Ini:
Read more

Senin, 05 September 2016

Sensasi Memek Ibu Dan Adik Ku Part 2

Cerita Nafsu Birahi - Pagi harinya saat aku bangun ibuku sudah tidak ada di sebelahku,dan kemudian aku berpakaian dan menuju dapur mencari ibuku, dan kulihat ibuku tengah menyiapkan sarapan bersama adikku yang masih SMP. Aku bingung dan segan karena ibuku seakan-akan malam tadi tidak terjadiapa-apa di antara kami, padahal aku telah menyetubuhi ibu kandungku sendiri tadi malam. Seperti biasanya, aku menjemput ibuku dari tempatdia senam, dan saat perjalanan pulang kami mengobrol tentangpersetubuhan kami tadi malam, dan kami berjanji hanya kami yang mengetahui kajadian itu.
Karena Ibu, Aku Pun Bisa Menikmati Tubuh Montok Adikku



Tiba-tiba saat mobil kami sedang berada di jalan yang sepi dan agakgelap, ibuku menyuruhku menghentikan mobil, aku menurut saja. Setelah mobil di pinggirkan, dengan ganas ibuku mengulumku. Kemudian membukacelanaku dan menghisap batang kemaluanku yang sudah keras saat ibukumengulum bibirku tadi. 

Aku hanya terengah-engah merasakan batangkemaluanku dihisap oleh ibuku sambil mengocoknya, dan beberapa saatkemudian.. "Cret.. cret.. crett.." maniku menyembur di dalam mulutibuku, dan dia menelan habis maniku walaupun ada sedikit yang melelerkeluar.

Ibuku kemudian membersihkan sisa maniku yang menetes di tangannya danbatang kemaluannku. Tak kusangka ibuku kembali menelan calon-caloncucunya ke dalam perutnya. Tapi aku sih asyik-asyik saja ibuku maumenghisap batang kemaluanku saat kami masih di dalam mobil. Kamiberciuman dan melanjutkan perjalanan pulang dan kemudian tidurseranjang dan "bermain" lagi.

Kami berdua terus melakukannya tanpa sepengetahuan orang lain.Sejak persetubuhan kami yang pertama, sebulan kemudian ibuku merasa diahamil, dan ibu bilang bahwa sebelum bersetubuh denganku, ibu sudahlebih dari 3 bulan tidak bersetubuh dengan ayahku, karena memang ayahkuterlalu sibuk dengan perusahaan, dan hotel-hotelnya. Ibuku bilang ibuhamil olehku karena selain dengan ayahku dan aku, ibu belum pernahperhubungan seks dengan lelaki lain.

Ibu menggugurkan kandungannya karena dia tidak mau punya bayi dari aku, aku pun tidak mau mempunyai bayi dari rahim ibuku. Tapi kami masihterus melakukannya lagi dan selalu tidur bersama bila adik dan pembantuku sudah tidur.

Persetubuhan dan hubungan kami berjalan lancar selama dua tahun tanpa ada yang curiga atau mengetahuinya. Sampai suatu hari, bulan Oktober 2014 ibuku telah berumur 41 tahun, tapi tubuh dan wajahnya masih tetap fit, dan seksi, walaupun ada sedikit keriput dan lipatan kecil di wajahnya, namun semua itu malah menjadikan ibuku makin sensualdan dewasa. Sedangkan aku berumur 20 tahun.

Suatu hari aku dan ibuku mulai merasakan getara-getaran dan keinginan untuk bercinta lagi. Malam itu pembantu kami pulang kekampungnya dan adik perempuanku belum pulang. Aku yang merasa bebas mulai merayu dan menggoda ibuku, dan ibu pun menanggapi rayuanku dengan sensualitas yang ibu punya. Kami kemudian telah berpelukan mesra dan berciuman dengan hotnya, sambil berciuman kami membuka pakaian kami dan tanpa sadar kami telah telanjang. Setelah melakukan oral seks yang ibuku sangat senangi, aku mulai menusuk lubang kemaluan ibuku dengan batang kejantananku yang menurut ibu makin nikmat.

Aku terus menggoyang pingulku naik turun dan ibu mengimbanginyadengan goyangan pinggulnya, setelah beberapa saat ibuku mencapaiorgasmenya yang kedua setelah pada oral seks tadi ibu telah orgasme.Saat itu posisiku sedang menindih tubuh ibuku yang kelelahan karenaibuku baru orgasme, aku terus menggoyang pinggulku mengocok batangkemaluanku di dalam lubang kemaluan ibu, dan mungkin karena staminanyayang mulai berkurang ibuku hanya pasrah, aku mengocok terus danmembiarkan aku menusuk lubang kemaluannya dengan batang kemaluanku yang cukup besar.

Tanpa aku sadari ibuku melirik ke arah pintu kamar, dan ternyatadisitu telah berdiri asyik perempuan yang sedang memperhatikan kegiatankami. Aku kaget tapi nafsuku masih mengalahkan rasa kagetku dengankenikmatan lubang kemaluan ibuku yang masin basah. Ibuku menyuruhkumemperlambat tusukanku.

Dengan masih pada posisiku menindih tubuhku ibu bilang, "Sayang..tuh ada Vika kalau dia mau kamu terusin aja sama Vika, Mami mau istirahat dulu," aku masih menggoyang pinggulku namun sekarang denganperlahan.

Ibuku bilang, "Vika sayang, sini kita gabung aja sekalian.." ajak ibuku pada adikku.
Aku pun seperti mendapat angin bilang pada asyikku, "Vik.. kaloenggak mau aku habiskan sama Mami aja.." sambil mengerang kenikmatan.

Seperti dihipnotis, adikku Vika yang baru masuk kuliah berjalanmenuju ke arah kami berdua, dan ibu menyuruhku agar aku mencabut batangkemaluanku dari lubang kemaluannya. Saat kucabut, batang kemaluankuberdenyut karena sedang enak-enaknya dijepit, harus dicabut. Ibukukemudian menuju Vika yang sudah berada di samping tempat tidur,kemudian menciumnya dan meremas payudara adikku itu, dan sepertinyaVika setuju. Kemudian dia naik ke ranjang, dan aku pun mencium bibirVika. Hangat dan penuh sensasi saat kucium bibir adikku.

Aku mencoba meremas payudaranya yang agak kecil dibanding ibuku,tapi terasa payudara Vika lebih kencang dan padat. Aku meminta diamembuka kaos ketatnya, memang Vika adalah gadis masa kini, wajahnyacantik dengan kulit yang halus dan mulus, juga putih dan bersih.Rambutnya hitam sepunggung dan tubuhnya yang tinggi semampai, lebihtinggi dari ibuku dan pinggul yang tidak terlalu besar, tapi mempunyaipayudara yang serasi dengan tubuhnya yang seksi. Ukuran bra-nya mungkin34B, karena terlihat saat dia melepaskan kaosnya terlihat dadanya yang busung ke depan dan terlihat sangat indah.

Vika tersenyum saat melihat batang kemaluanku yang besar danberdenyut, aku mengira Vika sudah tidak perawan lagi, karena saat diamulai menghisap batang kemaluanku, dia terlihat tidak kaku dan sangatprofesional. Bibir dan mulutnya yang kecil seakan tidak muat untukmelahap batang kemaluanku yang besar, hisapannya kuat dan nikmat walautidak sekuat dan senikmat hisapan ibuku. Vika terus mengocok danmenghisap batang kemaluanku sementara aku mendesah dan meringiskeenakan menikmati sedotan adikku, dan sambil kubelai rambutnya.

Setelah Vika puas, aku kemudian membaringkan tubuhnya di sebelahibuku yang hanya memperhatikan kedua anaknya berhubungan seks. Akumembuka bra Vika, dan keluarlah gunung kembar Vika yang putih dankencang dengan puting yang masih merah segar. Kuremas gemas payudaraVika sambil kuhisap putingnya, adikku hanya melenguh dan mendesah pelansaat kuhisap dan gigit kecil puting susunya. Aku jadi bingung, dia mautidak kalau aku setubuhi. Aku yang tadi hampir orgasme di lubangkemaluan ibuku sudah tidak sabar lagi untuk masuk ke lubang kemaluanVika.

Dengan agak kasar kubuka celana panjangnya dan CD-nya sekaligus,Vika menjerit kecil dan ibu mengingatkanku agar tidak kasar padaadikku. Aku melihat pemandangan yang sangat indah tidak kalah indahnyasaat aku pertama kali melihat pemandangan indah selangkangan milikibuku dulu. Lubang kemaluan adikku dipenuhi bulu-bulu halus yang lebattapi tertata rapi. Aku sudah tidak tahan lagi, kuhisap dan kujilatlubang kemaluan milik adikku itu, Vika mengejang dan bergetar saatkujilat klitorisnya, dia mulai mendesah kenikmatan, dan ternyata Vikalebih cepat orgasme dibanding ibuku. Terlihat saat kujilat dan kuhisaplubang kemaluannya, lubang kemaluannya mengeluarkan cairan kentalhangat yang langsung kuhisap habis.

Setelah kuhisap semua cairan lubang kemaluan adikku, aku bangun dankemudian berlutut tepat di selangkangan Vika. Aku mengangkat pinggulVika sedikit, dan dengan agak berjongkok dengan tumpuan di lututku,pantat Vika kusimpan di dadaku hingga lubang kemaluan Vika tepat beradadi depan batang kemaluanku yang terus berdenyut. Dengan sedikit seretdan dorongan yang agak keras, kumasukkan batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan adikku yang masih terasa seret dan menggigit.Kenikmatan otot lubang kemaluan dan seretnya liang senggama Vika memanglebih nikmat dari lubang kemaluan ibuku, namun aku merasakan sensasiyang lebih dasyat saat aku menyetubuhi ibuku.

Ternyata Vika saat aku "garap" tubuhnya hanya diam dan mendesahkecil, saat batang kemaluanku penuh mengisi lubang kemaluannya, Vikamulai menggila. Desahannya malah semakin keras dan sensual. Tubuhnyabergoyang seperti penari ular, dan goyangan pinggulnya bergoyang sangatdahsyat. Aku yang tadi akan menguasai "permainan" hampir kalah dan dikuasai oleh Vika.

Beberapa saat Vika menguasai permainan kami. Dengan posisi yangsama saat kutusuk batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Vika, Vikalangsung menguasai permainan, pahanya dijepitkan ke pinggangku,pinggulnya berputar membuat batang kemaluanku yang ada dalam lubangkemaluan Vika seperti dipilin-pilin nikmat. Akh.. gila juga adikku ini.Aku terus memompa pinggulku meladeni putaran pinggul Vika, dan tangankumulai beroperasi, payudara Vika yang terus bergoyang kuremas dankumainkan puting susu Vika dengan jariku. Vika mendesah dan terusmenjerit kecil saat permainan mulai kukuasai kembali, sambil kukocokbatang kemaluanku di lubang kemaluan Vika, tanganku meremas danmemainkan puting Vika.

Sementara kuhisap dan ciumi bibir Vika yang sensual, tipis danmerah menantang. Sesekali kuhisap putingnya yang membuat diamerem-melek, dan posisi itu berubah dengan Vika menungging dan akumenusuk dari belakang. Dengan posisi ini aku lebih leluasa meremaspayudara Vika yang menggantung, pinggulnya kembali berputar danmaju-mundur mengimbangi kocokan batang kemaluanku di dalam lubangkemaluannya yang makin basah dan nikmat. Kemudian gerakan Vika makincepat, erangan dan desahan Vika makin kuat dan keras.

Vika meraih tanganku dan meletakkannya di payudaranya agar akumeremasnya. Dengan goyangan pinggul yang dasyat, tubuh Vika mengejangdan bergetar, dan dia memekik tertahan dan kurasakan cairan hangatmembanjiri lubang kemaluan Vika dan membasahi batang kemaluanku tandaVika sedang orgasme. Tiba-tiba tubuhnya yang tadi liar tergeletaklunglai. 

Aku melihat mata Vika terpejam saat kucium lehernya, sedangkangoyanganku pun aku perlambat agar Vika merasakan semua kenikmatan yangdia baru rasakan. Kubelai pinggangnya dan pinggulnya, dan dengan sekaligerakan kuputar tubuh Vika sehingga posisi kami kembali berhadapantanpa aku mencabut batang kemaluanku di dalam lubang kemaluan Vika. Akumerasakan jepitan yang sangat nikmat saat kuputar tubuh adikku tadi.

Kini kaki Vika kusandarkan di bahuku, hingga dia benar-benarmengangkang, dan dengan leluasa kuhabiskan sisa-sisa tenagaku untukmenghabisinya di dalam lubang kemaluan adikku.

Tidak lama dalam batang kemaluanku ada desakan dari dalam, dan.."Cret.. cret.. creet.." air maniku tumpah di dalam lubang kemaluanVika.

Saat itu aku mendesah dan mengerang keenakan. Lalu kurebahkantubuhku di atas tubuh Vika dan sambil menikmati sisa-sisa kenikmatanitu kucium lembut dan mesra bibir Vika, dan Vika pun membalas ciumanku,kami berciuman dengan mesra.

Keringat kami membasahi tempat tidur dan kemudian ada suara, "Aduhini anak Mami, keasyikan main sampai Mami dilupain gini.." sahut mamimenggoda kami berdua yang memang dari tadi lupa kalau di sebelah kamiberdua ada mami yang masih telanjang dan menonton aksi kami kakak-adikbertempur.

Aku langsung mencabut batang kemaluanku dari lubang kemaluan Vikayang basah kuyub, dan kemudian ibu mengulum batang kemaluanku,membersihkan cairan maniku dan cairan lubang kemaluan Vika.

Aku dan Vika tersenyum pada mami, dan kami kemudian berbaring di satu ranjang, dengan aku di tengah mereka.
"Vik.. ternyata kamu kuda liar juga, padahal waktu gue garap body lo, lo diem aja.." godaku pada adikku.
Vika hanya tersenyum dan bilang, "Mam.. makasih udah ngajak Vika gabung, kalo enggak rugi Vika enggak tau kalau Kak Bobi dasyat banget.."

Kami bertiga pun tertawa, lalu ibuku bilang, "Bob, kalau Mami capek atau kalau ada Papi, kamu tidur sama Vika saja, asal jangan ribut banget saja kayak tadi.."

Aku cuma senyum kecil sambil kucium adikku.
"Dan kalo enggak ada Papi kita tidur bertiga aja.." ajak Vika.
Aku sangat setuju dengan ajakan Vika.

Kami bertiga tidur seranjang hingga pagi, dan pagi hari kami mainlagi bertiga di dapur. Mulai saat itu kami terus melakukannya sampaisekarang, dimana kami mau dan kapan kami mau kami pasti melakukannya,dengan motto kapan saja, dimana saja kami bermain.

Sekitar dua bulan setelah aku main pertama kali dengan Vika, dansaat kami bersetubuh, Vika bilang kalau dia lagi hamil dua bulan. Diabilang dia hamil sama aku, soalnya dulu waktu pertama kali berhubungan,dia itu lupa bilang kalau dia biasa main sama cowoknya, cowoknya haruspakai kondom, sedangkan dulu aku "muncratin" maniku di dalam lubangkemaluan Vika. 

Jadi, pertama aku hamili ibuku yang digugurkan, sekarangaku hamili adikku, dan dia bilang mau digugurkan dan aku setuju sekali,soalnya aku tidak mau punya anak dari adikku dan Vika tidak mau punyaanak dari aku, kakaknya.

Tamat...!

Bagai Mana Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Ini Dan Baca Juga Cerita Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Sensasi Memek Ibu Dan Adik Ku Part 1

Cerita Nafsu Birahi - Sejak SMA aku dan adikku tinggal bersama nenekku di Bandung,sementara ibu dan ayahku tinggal di Surabaya karena memang ayah mempunyai perusahaan besar di wilayah Jawa Timur. Dan sejak nenek meninggal ibu kemudian tinggal lagi bersama kami, sedangkan ayah hanya pulang sebulan atau dua bulan sekali seperti biasanya sebelum nenekku meninggal. Sebenarnya kami diajak ibu dan ayahku untuk tinggal diSurabaya, namun adik dan aku tidak mau meninggalkan Bandung karena kami sangat suka tinggal di tempat kami lahir.

Saat itu aku baru lulus SMA dan sedang menunggu pengumuman hasil UMPTN di Bandung, dan karena sehari-hari tidak ada kerjaan, ibu yang saat itu sudah tinggal bersama kami, memintaku untuk selalumenjemputnya dari tempat aerobik dan senam setiap malam. Ibuku memangpandai sekali merawat tubuhnya dengan senam/aerobik dan renang,sehingga walaupun usianya hampir 39 tahun, ibuku masih terlihat sepertiwanita 27 tahunan dengan tubuh yang indah dengan kulit putih mulus dandada yang masih terlihat padat dan berisi. Walaupun di wajahnya sudahterlihat sedikit kerutan, tetapi akan hilang bila ibu berdandan, hinggakemudian terlihat seperti wanita 27 tahunan.



Aku mulai memperhatikan ibuku, karena setiap kujemput dari tempatsenamnya, ibuku tidak mengganti pakaian senamnya dulu setelah selesaidan langsung pulang bersamaku, dan baru mandi dan berganti pakaiansetelah kami sampai di rumah. Karena setiap hari melihat ibuku dengandandanan seksinya, otakku mulai membayangkan hal-hal aneh tentang tubuhibuku. Bagaimana tidak, aku melihat ibuku yang selalu memakai pakaiansenam ketat dengan payudara yang indah menonjol dan pantat yang masihpadat berisi.

Suatu hari, saat aku telat menjemput ibuku di tempat senamnya, akutidak menemukan ibuku di tempat biasanya dia senam, dan setelah akutanyakan kepada teman ibuku, dia bilang ibuku sedang di sauna, danbilang agar aku menunggu di tempat sauna yang tidak jauh dari ruangansenam. Aku pun beegegas menuju ruangan sauna, karena aku tidak mauibuku menunggu terlalu lama. 

Saat sampai di sana, wow.. aku melihatibuku baru keluar dari ruangan hanya dengan memakai handuk yang hanyamenutupi sedikit tubuhnya dengan melilitkan handuk yang menutupi dadaperut dan sedkit pahanya, sehingga paha ibu yang mulus dan seksi ituterlihat dengan jelas olehku. Aku hanya terdiam dan menelan ludah saatibuku menghampiriku dan bilang agar aku menunggu sebentar.

Kemudian ibuku membalikkan tubuhnya, dan kemudian terlihatlahgoyangan pinggul ibuku saat dia berjalan menuju ruangan ganti pakaian.Tanpa sadar kemaluanku mengeras saat kejadian tadi berlangsung. Akuberani bertaruh pasti semua laki-laki akan terpesona dan terangsangsaat melihat ibuku dengan hanya memakai handuk yang dililitkan ditubuhnya.

Di dalam perjalanan, aku hanya diam dan sesekali melirik ibuku yangduduk di sampingku, dan aku melihat dengan jelas goyangan payudaraibuku saat mobil bergetar bila sedang melalui jalan yang bergelombangatau polisi tidur. Ibuku berpakaian biasa dengan kaos oblong yang agakketat dan celana panjang ketat, dan setiap aku melirik ke paha ibu,terbayang lagi saat aku melihat paha ibuku yang putih mulus tadi ditempat sauna.

"Bob.. kok kamu diem aja, dan kenapa celana kamu sayang..?" tanyaibuku mengagetkan aku yang agak melamun membayangkan tubuh ibuku.
"Enggak Mi.. enggak," jawabku gugup.

Kami pun sampai di rumah agak malam, karena aku telat menjemputibuku. Sesampainya di rumah, ibu langsung masuk ke kamarnya dan sebelumdia masuk ke kamarnya, ibu mencium pipiku dan bilang selamat malam.Kemudian dia masuk ke kamarnya dan tidur.

Malam itu aku tidak dapat tidur membayangkan tubuh ibuku, gilapikirku dalam hati, dia ibuku, tapi.. akh.. masa bodoh pikirku lagi.Aku mencoba onani untuk "menidurkan burung"-ku yang berontak mintamasuk ke sarangnya. Gila pikirku lagi. Mau mencari cewek malam sih bisasaja, tapi saat itu aku menginginkan ibuku.

Perlahan-lahan aku keluar kamar dan berjalan menuju kamar ibuku dilantai bawah. Adik perempuanku dan pembantuku sudah tidur, karena saatitu jam satu malam. Otakku sudah mengatakan aku harus merasakan tubuhibuku, nafsuku sudah puncak saat aku berdiri di depan pintu kamaribuku. Kuputar kenop pintunya, aku melihat ibuku tidur telentang sangatmenantang. Ibuku tidur hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendekyang longgar. Aku berjalan mendekati ibuku yang tidur nyenyak, aku diamsesaat di sebelah ranjangnya dan memperhatikan ibuku yang tidur denganposisi menantang. Kemaluanku sudah sangat keras dan meronta inginkeluar dari celana pendek yang kupakai.

Dengan gemetar aku naik ke ranjang ibu, dan mencoba membelai paha ibuku yang putih mulus dan sangat seksi. Dengan tangan bergetar akumembelai dan menelusuri paha ibuku, dan terus naik ke atas. Kemaluankusudah sangat keras dan terasa sakit karena batang kemaluanku terjepitoleh celanaku. Aku kemudian membuka celanaku dan keluarlah "burungperkasa"-ku yang sudah sangat keras. 

Aku kemudian mencoba mencium leher dan bibir ibuku. Aku mencoba meremas payudara ibuku yang besar dan montok, aku rememas payudara ibu dengan perlahan. Takut kalau iabangun, tapi karena nafsuku sudah puncak aku tidak mengontrol remasantanganku ke payudara ibuku.

Aku kemudian mengocok batang kemaluanku sambil meremas payudara ibu, dan karena remasanku yang terlalu bernafsu, ibu terbangun.
"Bobi.. kamu.. apa yang kamu lakukan, aku ibumu sayang.." sahut ibuku dengan suara pelan.

Aku kaget setengah mati, tapi anehnya batang kemaluanku masih kerasdan tidak lemas. Aku takut dan malah makin nekat, terlanjur pikirku.Aku langsung mencium leher ibuku dengan bernafsu sambil terus meremas payudara ibuku. Dalam pikiranku hanya ada dua kemungkinan, menyetubuhiibuku, kemudian aku kabur atau dia membunuhku.

"Cukup Bobi.. hentikan sayang.. akh.." kata ibuku.

Tapi yang membuatku aneh, ibu sama sekali tidak menolak danberontak. Malah ibu membiarkan bibirnya kucium dengan bebas, dan malahmendesah saat kuhisap leher dan di belakang telinganya, dan aku merasaburungku yang dari tadi sudah keras seperti ada yang menekannya, danternyata itu adalah paha ibuku yang mulus.

"Sayang kalau kamu mau.. bilang aja terus terang.. Mami mau kok.." kata ibuku di antara desahannya.

Aku kaget setengah mati, berarti ibuku sangat suka aku perlakukanseperti ini. Aku kemudian melepaskan ciumanku di lehernya, dan kemudianberlutut di sebelah ibuku yang masih berbaring. Batang kemaluanku sudahsangat keras, dan ternyata ibu sangat suka dengan ukuran batangkemaluanku, ibu tersenyum bangga melihat batang kemaluanku yang sudahmaksimal kerasnya. Ukuran batang kemaluanku 15 cm dengan diameter kira-kira 4 cm.

Aku masih dengan gemas meremas payudara ibu yang montok dan masihterasa padat. Aku membuka kaos yang ibu pakai, dan kemudian sambilmeremas payudara ibu aku berusaha membuka bra yang ibu pakai. Dansatelah bra yang ibuku kenakan terlepas, kulihat payudara ibu yangbesar dan masih kencang untuk wanita seumurnya. Dengan ganas kuremaspayudara ibu, sedangkan ibu hanya mendesah keenakan dan menjerit kecilsaat kugigit kecil puting payudara ibu. Kuhisap puting payudara ibudengan kuat seperti ketika aku masih bayi. Aku menghisap payudara ibusambil kuremas-remas hingga puting payudara ibu agak memerah karenakuhisap.

Payudara ibuku masih sangat enak untuk diremas, karena ukurannya yang besar dan masih kencang dan padat.
"Bob kamu dulu juga ngisep susu ibu juga kaya gini.." kata ibukusambil dia merem-melek karena keenakan puting susunya kuhisap danmemainkannya dengan lidahku.

Ibu menaikkan pinggulnya saat kutarik celana pendeknya. Akumelihat CD yang ibu kenakan sudah basah. Aku kemudian mencium CD ibukutepat di atas kemaluan ibu dan meremasnya. Dengan cepat kutarik CD ibudan melemparkannya ke sisi ranjang, dan terlihatlah olehku pemandanganyang sangat indah.

Lubang kemaluan ibuku ditumbuhi bulu halus yang tidak terlalulebat, hingga garis lubang kemaluan ibuku terlihat. Kubuka paha ibukulebar, aku tidak kuasa melihat pemandangan indah itu. Dan dengan nalurilaki-laki kucium dan kuhisap lubang dimana aku lahir 18 tahun lalu.Kujilat klitoris ibuku yang membuat ibuku bergetar dan mendesah dengankuat. Lidahku bermain di lubang senggama ibuku, dan ibuku malah menekankepalaku dengan tangannya agar aku makin tenggelam di dalamselangkangannya.

Cairan lubang kemaluan ibu kuhisap dan kujilat yang membuat ibukumakin tak tahan dengan perlakuanku, dia mengelinjang hebat, bergetardan kemudian mengejang sambil menengadah dan berteriak. Aku merasakanada cairan kental yang keluar dari dalam lubang kemaluan ibu, dan akutahu ibu baru orgasme. Kuhisap semua cairan lubang kemaluan ibukuhingga kering. Ibu terlihat sangat lelah.

Aku kemudian bangun dan dengan suara pelan karena kelelahan ibu bilang, "Sayang sini Mami isep kontolmu,"

Dan tanpa di komando dua kali, aku kemudian duduk di sebalah wajahibuku, dan kemudian dengan perlahan mulut ibuku mendekat ke burungkuyang sudah sangat keras. Ibuku membelai batang kemaluanku, tapi diatidak memasukkan batang kemaluanku ke mulutnya. Padahal jarak antaramulut ibuku dengan batang kemaluanku hanya tinggal beberapa centi saja.

Aku sudah tidak tahan lagi, dan kemudian kudorong kepala ibuku dandengan leluasa batang kemaluanku masuk ke mulut ibu. Dengan cepat danliar ibuku mengocok batang kemaluanku di dalam mulutnya. Aku sudahtidak tahan lagi, kenikmatan yang kurasakan sangat luar biasa dan tidakdapat kulukiskan dengan kata-kata. Dan akhirnya aku sudah tidak tahanlagi dan, "Cret.. cret.. crett.." maniku kusemprotkan di dalam mulutibuku.

Ibu kemudian memuntahkannya dan hanya yang sedikiti dia telan, danmasih dengan liar ibuku membersihkan batang kemaluanku dari sisa-sisaair maniku yang menetes di batang kejantananku. Ibuku tersenyum dankemudian kembali berbaring sambil membuka pahanya lebar-lebar. Ibukutersenyum saat melihat batang kemaluanku yang masih dengan gagahnyaberdiri, dan seperti sudah tidak sabar untuk masuk ke dalam sarangnyayang hangat.

Aku kemudian mengambil posisi di antara kedua paha ibuku, batangkemaluanku terasa berdenyut saat ibu dengan lembut membelai dan meremasbatang kemaluanku yang sudah sangat keras. Dengan tangan yang bergetar,kuusap permukaan lubang kemaluan ibuku yang dipenuhi bulu-bulu halusdan sisa cairan lubang kemaluan yang kuhisap tadi masih membasahi bibirlubang kemaluan ibuku yang terlihat sangat hangat dan menantang.

"Ayo dong Sayang, kamu kan tahu dimana tempatnya.." kata ibuku pasrah.
Kemudian tangannya menuntun batang kemaluanku untuk masuk ke dalamlubang kemaluannya. Tanganku bergetar dan batang kemaluanku terasamakin berdenyut saat kepala batang kemaluanku menyentuh bibir lubangkemaluan ibu yang sudah basah. Dengan perasaan yang campur aduk,kudorong pinggulku ke depan dan masuklah batang kemaluanku ke dalamlubang kemaluan ibu yang sudah agak membuka, dan tenggelam sudah batangkemaluanku ke dalam liang senggama milik ibuku.

Aku merasakan sensasi yang sangat dasyat saat dinding lubangkemaluan ibu seperti memijat batang kemaluanku. Gila.., meski akupernah ML dengan anak ABG, lubang kemaluan ibuku terasa sangat nikmatdan luar biasa di banding dengan yang lainnya. Aku menggoyang pinggulkunaik-turun diimbangi dengan goyangan pinggul ibuku yang sangat dasyatdan liar. Kami kemudian berganti posisi dengan ibu berada di ataskuhingga ia dapat menduduki batang kemaluanku, dan terasa sekalikenikmatan yang ibu berikan kepadaku. Goyangan yang cepat dan liar dangerakan tubuh yang naik turun membuat tubuhku hanyut ke dalamkenikmatan seks yang kurasakan sangat dasyat.

Tibalah saat ibuku orgasme, goyangannya makin cepat dan desahannyasemakin tidak karuan, aku dengan nikmat merasakannya sambil kuhisap danmeremas pauyudara ibu yang bergoyang seirama dengan naik-turunnya tubuhibuku menghabisi aku. Ibu mengerang dan mengejang saat kurasakan adacairan hangat yang membasahi batang kejantananku yang masih tertanam didalam lubang kemaluan ibuku.

Beberapa saat setelah ibu terkulai lemas aku merasakan bahwa aku akan mencapai puncak.
Dan dengan goyangan dan tusukan yang menghujam lubang kemaluanibuku, "Cret.. crett.. cret.." air maniku menghambur di dalam lubangkemaluan ibuku.
Aku merasakan nikmat yang tidak dapat kukatakan.

Saat aku masih menikmati sisa-sisa kemikmatan itu, ibu menciumbibirku dan berkata, "Sayang.. Mami lupa kalo Mami enggak pakekontrasepsi. Tadi Mami mau bilang kalo kamu orgasme biar di mulut Mamiaja.. tapi Mami kagok.."

Aku hanya terdiam dan malah mencium bibir ibuku yang masihmenindih tubuhku dengan mesra. Kemudian ibuku berbaring di sampingku,aku memeluk dia dan kami berciuman dengan mesra seperti sepasangkekasih. Kami pun tertidur karena pertempuran yang sangat melelahkanitu.

Bersambung...!

Bagai Mana Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Bagikan Dan Baca Juga Cerita Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Selasa, 12 Juli 2016

Rituwal Yang Membawa Kenikmatan Part 4

Cerita Nafsu Birahi Tiba-tiba Mbak Narsih membalikkan posisinya.. mulutnya masih sibuk melumat batang kemaluanku tetapi sekarang tubuh bagian bawahnya digeser ke atas sehingga gundukan bukit di bawah perutnya yang lebat ditumbuhi bulu hitam sekarang tepat berada di hadapan wajahku. Kedua kakinya mengangkangi wajahku sehingga jelas kulihat belahan merah jambu segar di tengah-tengah gundukan itu.



Ada bau khas semacam bau cumi-cumi segar menyeruak lubang hidungku.. oo.. rupanya seperti inikah bau kemaluan wanita.. seperti bau cumi-cumi.. orang Korea bilang katanya bau Ojingo atau bahasa kitanya cumi-cumi! Segar dan sedikit amis.. gitu!

Aku yang baru kali ini melihat dari dekat bentuk kemaluan wanita dewasa menjadi terpesona melihat pemandangan seperti itu. Mengetahui aku diam saja Mbak Narsih yang tadinya asyik menjilati batang kemaluanku berhenti melakukan aksinya lalu diturunkannya pantatnya pelan-pelan sehingga lubang kemaluannya menekan hidung dan mulutku. Aku yang sedang melongo jadi gelagapan karena tiba-tiba kejatuhan memek! Pas dimulut dan hidungku lagi! (Pembaca pernah enggak kejatuhan memek? Kalau belum bisa dicoba suruh aja cewek pembaca ngangkang di atas dan melakukan aksi seperti itu! Pasti ditanggung kaget tapi nikmat! Ha.. ha.. ha!)

Begitu liang kemaluan Mbak Narsih yang sudah basah dan panas menekan mulutku otomatis tanpa disuruh bibirku melahap seluruh cairan yang membasahi liang kemaluan Mbak Narsih.. rasanya.. sedikit agak asin.. Lidahku menyeruak masuk ke dalam liang kemaluan Mbak Narsih hingga kepala Mbak Narsih terdongak dan pantatnya semakin menekan wajahku.

"Shh.. terusshh Diikk.. ohh" Lidahku terus menerobos liang kemaluannya dan masuk sedalam-dalamnya.
Aku semakin gelagapan susah bernapas karena kemaluan Mbak Narsih begitu ketat menekan mulut dan hidungku. Tekanan pantatnya semakin ketat saat tubuhnya meliuk-liuk dan berkejat-kejat saat kusedot tonjolan daging di sela-sela liang kemaluannya. Mbak Narsih menjerit dan semakin kuat menekankan pantatnya hingga hidung dan mulutku seolah amblas ditelan bongkahan liang kemaluannya yang menindihku.

"Upf.. brr..! Karena tak tahan susah bernapas kusembur kencang-kencang liang kemaluannya hingga menimbulkan bunyi aneh seberti kain robek. Brrtt..!
"Ihh.." Mbak Narsih menjerit kaget atas kenakalanku itu.
"Awas ya.. entar Mbak balas kamu.." jeritnya manja.
"Abis.. aku enggak bisa bernapas.. Mbak juga sih.." balasku tak kalah manja sambil meremas-remas bongkahan pantatnya yang sekal dengan gemas.

Mbak Narsih pun membalas aksiku tadi. Kini disedotnya kuat-kuat lubang saluran kencingku.. aku sempat mengawang merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Aku pun balas lagi kutekan pantatnya dan kudekatkan bibir kemaluannya ke mulutku dan mulai mlumat bibir kemaluannya dengan gemas. Kembali Mbak Narsih menggelinjang dan akhirnya tak tahan sendiri.

"Oh.. su.. sudah diikk..!" desisnya, "Mbak sudah enggak kuat.."

Lantas ia mengubah posisinya. Sekarang kami berhadap-hadapan dan Mbak Narsih masih di atas tubuhku. Dengan tanggannya batang kemaluanku dicocokkannya ke liang kemaluannya yang sudah sangat licin. Setelah tepat kemudian ditekannya pantatnya pelan pelan hingga batang kemaluanku mulai menyeruak kehangatan liang kemaluannya.

Aku menggigit bibirku agar tidak melenguh. Hingga bless.. hampir seluruh batang kemaluanku terbenam dalam kehangatan liang kemaluan Mbak Narsih. Mbak Narsih menghentikan gerakannya dan kami menikmati keindahan saat-saat menyatunya tubuh kami. Kami saling bertatap pandang dan tersenyum mesra. Oh.. alangkah mesranya.
"Aku sayang kamu Dikk.." bisik Mbak Narsih di telingaku dengan mesra.
"Aku juga Mbak.." balasku tak kalah mesra.
Kemudian bibir kami saling berpagutan. Lidah kami saling bertaut.

Dengan pelan Mbak Narsih mulai menggoyangkan pantatnya naik turun di atas tubuhku. Batang kemaluanku semakin kencang tergesek-gesek dalam jepitan liang kemaluannya. Tanganku tak tinggal diam. Kuremas buah pantat Mbak Narsih dengan gemas. Semakin lama semakin cepat Mbak Narsih menggoyangkan pantatnya di atas tubuhku. Mulutnya tak henti-hentinya mendesis dan merintih. Aku pun mengimbangi gerakannya dengan memutar pinggulku menuruti instingku. Mbak Narsih semakin liar menggoyangkan pantatnya dan mulutnya semakin kencang merintih.

"Ouch.. terushh.. Diikk.." mulutnya terus merintih.
"Mbak mau kell.. oohh.." belum habis ia bicara ternyata Mbak Narsih sudah sampai ke puncak pendakiannya.

Tubuhnya meliuk dan berkejat-kejat bak terkena aliran listrik yang dahsyat. Aku pun semakin kencang memutar pantatku mengimbangi gerakannya dan terdorong keinginan untuk memuaskan hasrat wanita yang kusayangi ini.

"Kamu.. hebb. bathh.." bisik Mbak Narsih mesra.

Beberapa kali ia menggelepar di atas tubuhku dan akhirnya tubuhnya ambruk di atas perutku. Ia terdiam beberapa saat. Kubiarkan Mbak Narsih untuk menikmati keindahan yang baru diperolehnya. Aku yang sudah dua kali mengeluarlan air mani selama satu malam itu merasa belum apa apa.

Setelah napasnya mulai teratur kubisikkan agar Mbak Narsih mengubah posisi. Sekarang kuminta Mbak Narsih tengkurap di ranjang dan kujulurkan kedua kakinya ke lantai hingga pantatnya yang indah menungging di tepi tempat tidur. Perutnya kuganjal dengan bantal hingga posisi menunggingnya agak tinggi. Indah sekali pemandangan yang terpampang di hadapanku.

Betapa tubuh telanjang Mbak Narsih dengan pantatnya yang indah tengkurap dengan posisi menungging. Kunikmati pemandangan ini beberapa saat hingga Mbak Narsih mengomel manja.

"Ayo.. tunggu apa lagi" dia mengomel dengan manja.

Aku pun menempatkan posisiku tepat di belakangnya. Dengan berdiri kucocokkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dari arah belakang. Kugesek-gesek liang kemaluannya dengan kepala batang kemaluanku agar licin. Setelah licin, dengan pelan kutekan batang kemaluanku hingga menyeruak liang kemaluan Mbak Narsih. Beberapa kali kukocok batang kemaluanku sebelum kubenamkan seluruhnya.

Mbak Narsih mulai mendesis dan dengan pelan mulai menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakanku. Setelah beberapa kali kocokan dengan sekuatnya kutekan pantatku hingga seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam liang kemaluan Mbak Narsih.
Kepala Mbak Narsih terdongak saat tulang kemaluanku beradu dengan pantatnya. Plok.. plok.. plok terdengar bunyi beradunya tulang kemaluanku dengan pantatnya hingga menimbulkan gairah tersendiri bagiku. Apalagi mulut Mbak Narsih kembali mendesis dan merintih saat batang kemaluanku mengocok liang kemaluannya. Aku semakin bersemangat memacu dan mengayunkan batang kemaluanku dalam jepitan liang kemaluannya.

Mbak Narsih semakin liar menggoyangkan pantatnya membuat mataku terbeliak menahan nikmat. Karena dengan gerakannya itu batang kemaluanku seolah-olah diremas-remas dan dipelintir. Kutekan pantat Mbak Narsih agar tidak terlalu kencang berputar. Aku bisa menahan napas lega begitu aku dapat mengontrol diriku agar tidak terbawa permainan Mbak Narsih. Aku ingin berlama-lama merendam batang kemaluanku dalam jepitan kehangatan liang kemaluannya. Aku tidak ingin cepat-cepat selesai.

"Ayoo.. kok pelan.." protes Mbak Narsih begitu aku memperlambat tempo.

Pantatnya semakin kencang. Kembali ia memutar pantatnya semakin lama semakin cepat hingga aku kembali merasakan desakan yang sangat dahsyat menekan dari perut bagian bawahku. Aku harus berusaha keras menahan desakan yang menggelegak dan kembali kutekan pantat Mbak Narsih agar tidak terlalu cepat berputar.

Batang kemaluanku yang terjepit dalam kehangatan liang kemaluannya seolah-olah terpelintir dan terjepit kian erat. Ujung kemaluanku terasa berdenyut-denyut seperti mau meledak. Semakin lama denyutan di ujung batang kemaluanku semakin kuat. Apalagi pantat Mbak Narsih bukan hanya berputar, tetapi sesekali diselingi dengan gerakan maju mundur mengikuti ayunan pantatku. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk mengeluarkan air maniku.

"Akhh.. Mbaak.. aku.. aku.. ma.." napasku kian tersengal hampir tak kuat lagi menahan gejolak.

Mbak Narsih semakin liar memutar pantatnya. Payudaranya berguncang-guncang seiring dengan gerakan tubuhnya yang liar. Suara beradunya pantat Mbak Narsih dengan tulang kemaluanku semakin keras bercampur dengan deru dengusan napas dan rintihan kami.
Aku semakin cepat mengayunkan pantatku maju mundur disambut dengan gerakan meliuk dan maju mundur pantat Mbak Narsih. Gerakanku semakin tak teratur saat desakan yang sudah tak mampu lagi ku bendung meledak. Ujung batang kemaluanku berdenyut kian kencang dalam jepitan liang kemaluan Mbak Narsih.

"Arghh.." aku melenguh kuat.

Mataku terbeliak dan tubuhku tersentak seperti terkena aliran listrik. Kucengkeram buah pantat Mbak Narsih dan kutekan dengan kuat hingga batang kemaluanku semakin dalam menghunjam ke dalam liang kemaluannya. Crat..! crat.. crat.. crat.. cratt.. Hampir lima kali kusemburkan air maniku kedalam rahim Mbak Narsih.

"Ouch.. shh.." Mbak Narsih pun rupanya mengalami orgasme pada saat yang bersamaan denganku.

Tubuhnya meliuk dan ikut berkelejat dan beberapa saat kemudian tubuh kami ambruk. Batang kemaluanku masih terjepit erat dalam liang kemaluan Mbak Narsih. Kubiarkan saja batang kemaluanku di sana. Aku rasanya sudah tak punya tenaga untuk menariknya. Kutindih tubuh telanjang Mbak Narsih yang masih nungging di atas tempat tidur empuk itu. Kami sama-sama mengatur napas setelah berpacu dalam nikmat (Mirip acarany Mas Koes Hendratmo aja Cuma dia bikinnya 'Berpacu dalam Melody' Ha.. ha.. ha!)

Kami sama-sama terdiam. Kupeluk tubuh Mbak Narsih. Tubuh kami sama-sama basah dengan keringat. Aku masih sempat merasakan liang kemaluan Mbak Narsih berdenyut-denyut menjepit batang kemaluanku yang sengaja tidak kulepas. Perlahan-lahan batang kemaluanku mulai terdorong keluar oleh denyutan liang kemaluan Mbak Narsih.

Plop.. akhirnya batang kemaluanku terlepas dari jepitan liang kemaluan Mbak Narsih dengan sendirinya. Kugigit ujung telinga Mbak Narsih sebagai ungkapan rasa sayangku. Kami bertatapan dan saling tersenyum mesra.

"Kamu cepat pintar.. sayang" bisik Mbak Narsih mesra.
"Siapa dulu dong instrukturnya.." balasku sambil mencium bibirnya.

Kembali bibir kami saling bertautan. Batang kemaluanku yang baru saja 'terlempar' keluar dari liang kemaluan Mbak Narsih mulai berlagak lagi. Perlahan namun pasti ia mulai mengeras. Gila! Baru berdekatan aja sudah bertingkah. Mungkin capai dengan posisi nungging, Mbak Narsih pun menggulingkan tubuhnya dan kini kami saling menindih dengan posisi saling berhadapan lagi. Bibir kami masih tetap saling melumat dan lidah kami pun saling dorong mendorong.

Batang kemaluanku yang sudah keras kembali menempel ketat pada gundukan di selangkangan Mbak Narsih yang hangat dan mulai basah lagi. Tanganku pun tak mau diam. Kedua payudara Mbak Narsih yang sekal menjadi bulan-bulanan tanganku yang sibik remas sana remas sini, raba sana raba sini..

Mendapat perlakuanku yang agak kasar, tubuh Mbak Narsih menggelinjang di bawah tindihan tubuhku. Napasnya mulai memburu. Lalu tangannya mencari-cari dan akhirnya terpeganglah batang kemaluanku yang sudah sempurna dan siap tempur. Dibimbingnya batang kemaluanku ke celah-celah di selangkangannya dan digesek-gesekannya di celah hangat dan sempit itu. Setelah licin tiba-tiba kedua tangan Mbak Narsih memegang pantatku dan ditariknya hingga batang kemaluanku kembali menghunjam liang kemaluannya dan bersarang di sana.

Kembali kami mengulang persetubuhan kami. Entah berapa babak kami bertempur hari itu. Kami baru pulang ke rumah kami masing-masing setelah waktu check out habis, antar jam 1 atau jam 2 siang itu. Kami pun berjanji akan meneruskan ritual di Gn Kmks malam Jum'at berikutnya.

Tamat...

Bagai Mana Dengan Cerita Nafsu Birahi nya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Nafsu Birahi Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Di Bawah Ini:
Read more
 
Blogger Templates