Ads Header

Pages

Rabu, 20 Juli 2016

Cerita Dewasa Kenikmatan Dan Kegalauan

Cerita Nafsu Birahi - Waktu itu aku sedang sendiri. Aku baru saja (sekitar sebulan) berpisah dengan salah seorang gadis yang sangat kusayangi. Ah, aku sendiri heran, mengapa perpisahan yang kali ini membuatku sedikit sakit hati. Hari-hari terasa sangat berat tanpa kehadirannya, bahkan aku pun punya rasa sedih akan kehilangan seseorang (setidaknya itulah yang kupikirkan saat itu). Aku jadi semakin sering menelepon Enni (kekasih pertamaku) walau hanya sekedar menceritakan betapa aku merasa sangat sendirian.



Mungkin kalian pernah merasakan (paling tidak sekali) serius menjalin hubungan dengan seseorang, dan begitu pula aku. Pathetic, untuk cowok sepertiku. Tapi, yah terkadang perasaan tak dapat selalu ditipu, bukan?
Suatu hari aku (karena menganggur sekali) menghabiskan waktu luangku di toko buku Gramedia, di jalan Kertajaya, sekedar membaca-baca buku.

Soalnya di sana satu-satunya toko buku bermutu dimana kita bisa membaca gratis. Waktu itu aku sedang menikmati membaca buku komik Jepang Elex Media terjemahan bahasa Indonesia (entah apa judulnya, soalnya aku tak ingin repot mengingatnya). Menyandarkan tubuhku di tembok di sebelah rak buku, dan membiarkan orang-orang memandangku dengan heran saat aku tertawa. Saat itulah tiba-tiba aku melihat sebuah kepala muncul dari balik buku yang kupegang.

"Nia?" seruku tak percaya.
"Ray? Bener kan? Raayy!" seru gadis itu tak kalah sengit.
Kami berdua tanpa terasa saling berpelukan, tertawa-tawa, membiarkan adegan tak senonoh itu dilihat orang di sekitar kami.
"Ssshh.. banyak orang," Nia berkata kepadaku.
"Hahaha.. nyari tempat yuk," kataku.
Kugandeng tangannya keluar dari Gramedia. Kami akhirnya mengambil tempat di salah satu warung di sebelah toko buku itu.
"Ray, gimana aja kabarnya.. umm.. setahun yah?"
Ah ya setahun, lama memang.
"Yah, baik-baik saja. Kamu?"
Lalu Nia bercerita tentang bagaimana ia setelah lulus SMU, berangkat ke Jakarta untuk meneruskan kuliah D1 di sebuah universitas negeri di sana. Setelah tamat, ia kembali ke Surabaya dan bekerja di sebuah bank swasta yang namanya cukup kondang di Indonesia.

Ceritanya sangat panjang (dan siapapun takkan mau mendengarnya, membosankan), namun yang kutahu saat itu aku butuh teman untuk bicara, untuk.. "Ray, jadi inget waktu dulu." Aku pun teringat. Waktu..
Kota Xxx, Jawa Timur, 1995
Kami bertengkar hebat hari itu. Enni tidak mau lagi mendengar alasanku. Dia benar-benar marah ketika mengetahui bahwa aku melupakan janjiku untuk mengantarnya les hanya demi bandku. "Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!" Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. Di tengah jalan hampir saja aku terjatuh, reaksi Nipam di tubuhku masih belum hilang benar. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. Kubuka lemariku dan mengambil sebotol Bacardi yang isinya tingal setengah. Kuambil 'tik' obat di saku belakangku. Memencet keluar dua butir terakhir, mengunyahnya sambil menenggak seteguk cairan dari botol di hadapanku. Nikmat! Anganku melayang, kujatuhkan tubuhku di tempat tidur, menunggu reaksi obat bekerja. Cih, pikirku, siapa yang butuh wanita. Kubuka retsleting celanaku, mengeluarkan batang kemaluanku, menggoyang-goyangnya sejenak dalam genggamanku sampai menegang. Kusentil ujungnya dengan telunjukku sambil tertawa kecil. Gila, aku tahu kamu protes atas ucapanku, hahahaha. Setan pun tertawa dalam jiwaku.

Kubayangkan tubuh Enni di atasku, tanpa pakaian, tubuhnya bersimbah peluh. "Ahh.. uhh.. ahh.. Ray.. ahh.. ahggh.. agg.. ahh.." kutariik-tarik kulit kemaluanku, merasakan nikmat pada ujung-ujung sarafnya. Sekarang Enni menciumi dadaku dengan ganas, menggerak-gerakkan pinggulnya, "Ahh.. mm.. mm.. hh.. ahh.. ngnggnn.. hh.." kuraasakan keringat di permukaan perutku. Nikmat, anganku semakin melayang. Bangsat hina! Kulepaskan genggamanku pada batang kemaluanku, mengeleng-gelengkan kepalaku untuk memperoleh sedikit kesadaran. Monyet!
Kuulurkan tanganku mengangkat gagang telepon yang barusan berbunyi keras sekali di pinggir kepalaku.

"Halo..?" nada suaraku terdengar penuh emosi.
"Ray? Kamu tidur..? Sori deh.." nada suara ketakutan terdengar dari seberang.
"Ah.. nggak apa-apa. It's okay," emosiku sedikit mereda.
"Kamu ada masalah apalagi dengan Enni?"
"Biasa, sifat kekanak-kanakannya belum mau hilang."
"Ya sudahlah, tadi dia nangis telpon aku.."
"Lalu? Kamu mau menyuruhku minta maaf ya?"
"Bukan gitu, Ray.."
"Ya sudah deh, aku ngantuk."
Kuletakkan gagang telepon tanpa menunggu sahutan suara di seberang. Kembali menelentangkan tubuhku, menggenggam batang kemaluanku. Hup. Ah, ya. Kuangkat lagi gagang telpon, menekan beberapa nomor.
"Nia? sori aku sedikit emosi."
"Hmm.. iya deh, tapi jangan berantem terus."
Pikiranku sedikit melayang. Obat sialan.
"Nia, jalan yuk."
"Ha? Mau kemana?"
"Curhat saja, aku pingin refreshing," sahutku sok sedih.
"Iya deh, jangan pulang malam-malam okay."
"Yop."
Kuletakkan gagang telpon ketempatnya semula, mengambil celanaku dan berpakaian.
"Ma.. aku pakai mobil," teriakku.
"Mau kemana Ray? Nanti Papa pulang loh.." mama berteriak dari dalam kamar.
"Bentar saja.." sahutku, dan langsung mengambil kunci mobil dan tanpa menunggu seruan mamaku, aku membawa mobil papa keluar rumah.
Di jalan kutenggak teh pahit yang selalu kubawa di saku jaketku. Ah, lumayan segar. Kutaruh kembali botol Vicks 44 itu ke dalam saku jaketku, dan memacu gas mobil menuju ke rumah Nia.

Kugerayangi buah dadanya, menciumi puting susu-nya, melumat bibirnya, meraba selangkangannya, "Ahh.. uh.. oh.. hkk.. jangan gitu dong, Ray. Kamu harus lebih pengertian." Kubanting stir ke kiri, memasuki jalan menuju ke luar kota yang ditumbuhi pepohonan, jalan itu terlihat sepi dan gelap.
"Bagaimana bisa pengertian kalau sifatnya seperti itu terus?"
"Yaahh.. bagaimana yah?" Nia terlihat bingung, matanya menatap jendela, melihat pepohonan yang seakan berlari.
"Memang anaknya seperti itu, Ray?" lanjutnya.
Saatnya, pikirku. Kubanting stir melewati kali kecil di bahu jalan, itu bukan masalah untuk Taft GT milik papaku.

Kurasakan Rena mengelus rambutku. Aku menangis semakin keras, mengerang dan terisak, sesekali menguap dengan gerakan sesamar mungkin, sekedar memastikan air mataku tetap keluar.
"Aku sedih.." isakku.
Yah, sedih sekali, sampai menempelkan kepalaku di pahanya.
"Ya, begitulah namanya orang pacaran, kan nggak harus senang terus.." kudengar bisikannya.
"Kamu baik.." kataku lirih nyaris tak terdengar.
Nia mencondongkan kepalanya.
"Apa..?"
Susu-nya itu loh, menempel di ubun-ubunku, seandainya aku bisa berkata begitu saat itu. Namun, aku lebih memilih untuk memutar tubuhku, mengangkat punggungku sekuat tenaga sehingga dapat menyentuh bibirnya dengan bibirku. "Hhh.. Ray.." Peduli amat, lagi enak, nih.
"Aku butuhh.. mm.." kukulum bibirnya.
"Sayanghh.." Nia membalas ciumanku.
Matanya terpejam. Kuangkat sisi tubuhku, memeluk belakang lehernya dengan telapak tanganku. Plakk! Tamparan itu telak mengenai pipiku, membuat pengaruh obat di kepalaku sejenak berkurang. "Nia.. maaf.." Aku beringsut ke bangkuku sendiri, menutup mukaku dan menangis seperti seorang anak kecil. Cukup lama dan melelahkan untuk berpura-pura seperti itu. "Ray.. aku juga minta maaf.." Akhirnya siasat ini memang tak pernah gagal.
Nia diam saja saat aku membalikkan tubuhku dan mengecup bibirnya. "Ah.. mm.." kudengar Nia mengeluh dan kulihat matanya terpejam, meninggalkan garis kepasrahan saat kugenggam susu-nya dengan telapak tanganku. Sip, pikiranku mulai bergerak cepat dalam kondisi setengah sadar. Kutempelkan telapak tangaku ke belakang lehernya, menekan kepalanya supaya aku bisa melumat bibirnya lebih dalam. "Hhh.. Nia.." kuremas dadanya di genggamanku, menikmati kekenyalannya. Nia diam saja saat kumasukkan tangaku ke dalam bajunya. "Ray.." Entah setan mana yang menyetir otakku saat itu, kuremas buah dadanya yang empuk, mengulum bibirnya dengan penuh nafsu, membuatnya terengah-engah menahan tekanan kepalaku.

Nia menurut saat. Kugandeng lengannya menuju jok belakang. Kukulum lagi bibirnya, sekarang tanganku mengangkat bagian bawah bajunya. "Ray.. hh.." Kuangkat bajunya melewati kepalanya, menciumi dadanya, menjilati BH yang menutupi payudaranya, memegang ketiaknya, mendorong punggungnya terangkat, sehingga bisa kutekan kepalaku di dadanya. "Ahh.. mmhh.. ah.. nikmatnya.." Nia mengeluh kecil saat kulepas kaitan BH-nya. Kulihat payudaranya yang membusung dan putingnya yang terlihat menggoda. Kuhisap putingnya, menyaksikan pori-porinya yang membuka saat kujilati kulit dadanya. "Ray.. hh.." kubekap mulutnya dengan bibirku, nafasku mulai terengah-engah oleh nafsuku sendiri. Kubuka baju atasku, menempelkan dadaku ke payudaranya, menekan dan menggesek, menikmati semua keluhan dan rintihannya yang tertahan ketika bibirku mengulum bibirnya.

Ah.. kenikmatan ini, kenikmatan yang selalu kuinginkan saat hatiku gundah. Kepalaku terasa sangat ringan. Kubaringkan dia di jok belakang, sambil terus menekan dadaku, memastikan dia tidak banyak bergerak. "Ray.. jangan, Ray.." Ahh, betapa aku merindukan setiap gadis yang merintih seperti itu di dekapanku. Kuteruskan membuka celana pendeknya, membiarkan pahanya terlihat jelas. Ahh, kuelus dan kuraba pahanya tanpa memperdulikan tatapan matanya yang setengah terbuka, menatap protes atas perlakuanku kepadanya. Jadi, sebelum tangannya menyingkirkan tubuhku, kuciumi lagi wajahnya, meremas payudaranya, membuatnya mengerang dan melenguh. "Ahh.. mmhh.. nnggh.." kunikmati gerakan tulang punggungnya yang terangkat. Ahh, nikmatnya. Kuraba betisnya, menelusuri kulit pahanya yang mulus, dan meletakkan telapak tanganku di permukaan belahan pahanya, beristirahat sejenak, menikmati genggamannya di pergelangan tangaku yang menguat. "Ya Tuhan.. ahh.." Sayang, jangan mendesahkan nama Tuhan sekarang, paling tidak jangan saat ini. Kuraba celah kemaluannya yang mulai basah dari balik celana dalamnya.

Menggerak-gerakkan jariku, membuatnya semakin meronta dalam tindihan dadaku. "Ray.. oohh.. hh.." Dengan gerakan halus kutarik celana dalamnya menelusuri pahanya, betisnya, menikmati geliatnya di tindihanku. Ahh.. betapa indahnya kenyataan yang akan kuberikan padamu, gadisku. Kukecup bibirnya dengan lembut, sebelum membuka ikat pinggangku dan menurunkan celanaku berikut celana dalam yang menutupi auratku.

Nia memandang mataku dengan wajah memelas memohon pengertian, namun pengertian apakah yang bisa kuberikan kepadanya saat itu? Nyaris tidak ada. Kugenggam pergelangan tangannya, menuntunnya ke batang kemaluanku yang mulai tegang tak karuan. "Aaahh.." kurasakan nikmatnya saat tangannya menempel dan menggenggam batang kemaluanku.
"Ray, aku tidak mau begini."
"Nia, please.." kukecup bibirnya, sama sekali tidak merasakan penolakannya.
"Ray.." mendadak (seperti wanita pada umumnya) Nia menekan bahuku menjauh.
"Oke," katanya.
"Aku sebenarnya juga mau."
Wah, ini luar biasa, pikirku.
"Tapi ada syaratnya.."
Sial!
"Kamu harus mau menjadi pacarku."
Aih, jadi ini masalahnya. Dapat kubayangkan hubungan persahabatan kompetitif antara Enni dan Nia, ahh.. begitu bodohkah aku?
"Okay.. as you wish.. my lady."
Ternyata begitu, hmm.. mungkinkah Nia merasa iri atas keberhasilan Enni mendapatkanku? Sempat terpikir olehku tentang apa saja yang telah diceritakan Enni kepadanya mengenai hubungan kami. Tapi.. mendadak Nia menekan leherku dengan tangannya, mengecup bibirku dengan penuh nafsu. "Ah? Mmm.." Dalam keterkejutanku, aku nyaris tidak percaya semua ini. Nia mendadak menggerak-gerakkan genggamannya pada batang kemaluanku. "Ahh.. ah.. ah.. kk.." tak dapat kutahan nikmat yang menjalar di seluruh pembuluh darahku. Kuciumi seluruh wajahnya, menjilat bibirnya yang terbuka dan terengah, menggigit lehernya, menghisap puting susu-nya dan tanpa basa-basi kuangkat tubuhku, menaikkan pahanya ke samping, dan menempelkan ujung kemaluanku di permukan liang kemaluannya. Kulihat pandangan matanya yang sayu, melihat anggukan kecilnya. Apakah ini saatnya perjalananku berhenti? Membayangkan memiliki seorang kekasih yang tak dapat kulepas lagi? Masa bodoh.

"Ahh.." kudengar ia menjerit kecil saat kutekan-tekan ujung kemaluanku ke liang kemaluannya. Namun aku masih sangat muda dan miskin pengalaman saat itu, bahkan dengan keseringanku menonton film blue aku masih tidak dapat melakukannya. Aku menjadi bingung, keringatku keluar dari dahi dan sekujur tubuhku. "Ahh.. ah.. ah.. Ray.. ah.." kudengar erangannya saat pinggulku bergerak-gerak di atasnya. Shit! bagaimana melakukannya dengan benar? Saat itu aku menjadi panik.
"Nggak mau masuk, nih.." kataku dengan alis berkerut.
"Ahh.. hidupin.. lampunya.." Nia berkata setengah tertahan.
Hah? Lampu, sempat aku celingukan seperti orang bingung menatap sekelilingku. Gila apa ya? Dalam kebingunganku, pinggul Nia terangkat menekan batang kemaluanku, membuatku sedikit mengerang.

"Ngga ah.. kamu aja yang naruh," ujarku.
"Hhh.." Nia memegang batang kemaluanku dan menaruhnya di.. entah bagian mana dari kemaluannya. Aku berusaha menekan lagi,
"Ahhkk.."
Kami mengerang bersamaan, kutekan-tekan batang kemaluanku, tanganku menggapai susunya dan meremas-remas, membuat kepalanya terangkat ke belakang.
Keringat di tubuhku semakin deras karena kurangnya ventilasi di dalam mobil, dan karena segala gerakan yang kulakukan. "Ahh.. ahh.. ah.." Nia masih mengerang-erang di bawahku. Kutekan terus batang kemaluanku berusaha menembus "apapun" juga yang menghalangi pergerakannya saat itu. Aku mulai jenuh menekan-nekan tanpa hasil. Nia mengangkat kepalanya dan memandang ke bawah. "Duh.. gimana sih.. sakit nih.." Ya gimana dong? pikirku saat itu. Kuakui aku masih buta melakukan hubungan seksual, kalau peting sih sering. "Terus.." tanyaku. Nia bangkit, mendudukkan dirinya, dan menarik pundakku.

"Coba kalau begini."
"Ahhkk.."
Kurasakan bibirnya yang menempel di dadaku.
"Ahh.. ah.."
Nia mengeluh saat tangannya menggenggam batang kemaluanku dan menaruhnya di entah bagian mana dari kemaluannya dan mendudukinya.
"Aacchh.." batang kemaluanku terasa sakit. Nia menarik punggungnya ke belakang, meletakkan tangan kanannya di atas sandaran kepala bangku depan, dan menggoyang-goyang pinggulnya yang menduduki batang kemaluanku. "Ahh.. ah.. ah.." aku mulai merasakan kenikmatan yang ditimbulkan oleh goyangannya di sekujur tubuhku.
"Ahkk.."
Tanganku mencengkeram pahanya, berusaha menahan spermaku yang hampir keluar.
"Arrgghh.."
Kusentakkan pinggulku ke atas, membuat tubuh Nia terangkat sejenak, spermaku menyembur entah kemana. Membuat mataku rabun dan pikiranku yang sudah terkontaminasi obat melayang.
Nia menggerak-gerakkan pinggulnya lagi.
"Ahh.. ahh.." kudengar nafasnya mendengus.
"Nia.. udah dong.." kataku.
Selalu begini, begitu sudah keluar, langsung saja keinginan itu hilang lenyap.
"Ha? Kan belum masuk?" kudengar Nia berbisik protes.
Kuangkat tubuhku, menatap kemaluanku yang mulai agak lemas.
"Masa?" tanyaku.
"Iya, kayaknya belum deh.." Nia menimpali.
Akh, hahahahahahaha..
"Untunglah.." kataku tanpa memperdulikan bibirnya yang terlipat.
"Ray.. duh.."
Kukenakan baju dan celanaku, melihatnya masih duduk di pojok kursi belakang tanpa pakaian dan menyilangkan tangannya di dada.
"Nih.." ujarku saat mengecup bibirnya dan dadanya.
Kuremas lubang kemaluanya sambil tertawa. Akhirnya Nia tertawa mengiringiku, dan mengenakan baju dan celananya kembali. Anehnya, pengaruh obat itu mulai terasa agak ringan sekarang.
Kuantar ia pulang ke rumahnya. Sampainya di depan pagar, kesadaranku mendadak sedikit pulih.
"Nia.. umm.. kita.."
Nia membalikkan tubuhnya,
"Aku tahu kok.. nggak pernah ada apa-apa kan?" Aku tersenyum kepadanya.
"Thanks.."
"Your welcome, Ray," jawab gadis manis itu sebelum menghilang di balik pintu rumahnya.
Ah.. what a night.
Kukendarai mobilku menembus gelap malam. Mendadak saat itu aku ingin menelepon Enni dan meminta maaf.

"Ray..?" "Ah, sorrie.." sahutku cepat.
"Eh.. Nia.. mm.. gini.." Nia tertawa melihat kegugupanku.
"Jalan yuk."
"Hah.. sure.." aku tergagap-gagap.
Selalu saja anak ini tahu maksudku. Hehehehehe!
Dalam perjalanan, Nia lalu bercerita bagaimana semenjak lulus SMU ia selalu berusaha melupakanku dan menolak setiap lelaki yang berusaha mendekatinya. Dan mengomeliku karena tidak pernah menghubungiku lagi sejak perpisahanku dengan Enni. Aku sangat terharu, karena aku juga tahu betapa ia menyayangiku, namun karena persahabatan adalah yang terpenting baginya, ia rela menyerahkan kemenangan itu kepada Enni. Ah, Nia.. seandainya saja.. Nia lalu bercerita bagaimana Mas Dita (begitu dia menyebutnya) berhasil meluluhkan gunung es dalam hatinya, dan mengajaknya bertunangan kira-kira dua bulan yang lalu. Sampai di sini aku terdiam, memandangnya tanpa berkedip, lalu kami berdua tertawa terbahak-bahak, antara sedih, kerinduan, dan kasih sayang tulus seorang teman sejati.
Masih kuingat, sebelum kuturunkan kembali ia di Gramedia (karena Dita akan menjemputnya seperempat jam lagi), Nia sempat mencium pipiku dan meremas kemaluanku dari balik celanaku, tersenyum memandangku dan berkata, "Ray berkecamuk , kita akan bersahabat selamanya.." aku hanya bisa tersenyum saat itu, semua gejolak nafsuku hilang berganti perasaan menyesal, sayang, dan haru yang di hatiku. "Tentu.. Nia.." jawabku.

Bagai Mana Dengan Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Minggu, 17 Juli 2016

Nia Gadis Cantik Yang Minta Di Perkosa

Cerita Nafsu Birahi - Nama saya Firman, saya berusia 23 tahun dan saat ini saya kuliah dan bekerja. Cerita ini bermula pada saat saya jalan-jalan dengan teman-teman saya di suatu kawasan di Jakarta yang memang sudah cukup terkenal di kalangan anak muda.

Saat saya sedang melintas di jalan Sudirman saya melihat seorang wanita dan saya menghentikan kendaraan saya lalu kami pun berkenalan.

Wanita tersebut bernama Nia dan dia masih berumur 19 tahun dengan tinggi kurang lebih sekitar 175 dan dengan ukuran bra sekitar 36 C akhirnya saya menawarkan dia untuk mengantar pulang dan dia pun setuju, maka akhirnya kami jalan pulang tanpa ada apa-apa.



Kesokan harinya pada pukul 10.00 Nia menghubungi saya via HP saya
"Hallo, Firman ya?"
"Siapa nih?", tanya saya
"Nia, masa lupa yang semalam kenalan.."
"Oh, iya.. lagi dimana nih."
"Lagi di Blok M, kamu ada acara nggak hari ini?"
"Ehmm, nggak ada tuh kenapa?", jawab saya
"Bisa jemput?"
"Ya udah dimana?"
"Di McDonald Blok M aja ya jam 11.00"
"Ok"

Singkat cerita langsung saya meluncur ke arah Blok M

Sesampainya disana kami ngobrol sejenak lalu kami memutuskan untuk pergi.
"Mau kemana nih?" tanya saya
"Terserah kamu aja.."
"Main kerumahku sebentar yuk mau nggak?"
"Ok", jawabnya dengan santai.
"Ga takut?", tanya saya
"Takut apa?"
"Kalo diperkosa gimana?"
Tapi dia dengan santainya menjawab, "Ga usah diperkosa juga mau kok.. he.. he.." sambil melirik kearahku dan mencubit manja pinggangku.
Kemudian saya bertanya, "Bener nih?"
Dia menjawab, "Siapa takut?"

Lalu segera kita meluncur ke arah rumahku di bilangan Tebet yang memang sehari-harinya selalu kosong. Begitu sampai saya lalu mempersilahkan Nia untuk masuk lalu kami duduk bersebelahan dan saya menggoda dia.
"Bener nih nggak takut diperkosa?"

Dia malah menjawab, "Mau perkosa aku sekarang?" ujarnya sambil membusungkan dadanya yang montok itu.

Aku tidak tahu siapa yang memulai tiba-tiba bibir kami sudah saling bertemu dan saling melumat, dan memainkan lidah nya di mulutku. Tangan kirinya melepas bajuku dan aku tak mau ketinggalan, saya ikut membuka kaos ketatnya itu dan melepas BHnya.

Ciumanku menjalar menyusuri leher dan belakang kupingnya.
"Ahh.. esst.. terus yang..", Nia udah mulai meracau tidak jelas saat lidah saya turun ke dadanya diantara kedua bukitnya.
Lidah saya terus menjalar di buah dadanya namun tidak sampai pada pentilnya.
Nia mendesah-desah, "Man isep Man ayo Man gue pingin elo isep Man.."

Namun aku tidak memperdulikannya dan masih bermain di sekitar pentilnya dan turun ke perut sambil perlaha-lahan tanganku membuka celananya dan masih tersisa celana dalamnya.
Akhirnya kepalaku ditarik Nia dan ditempelkannya teteknya ke mulutku.
"Ayo Man isep Man jangan siksa gue Man.."
Akhirnya mulutku menghisap tetek sebelah kirinya sedangkan tangan kanan ku meremas-remas tetek sebelah kanannya.
"Ohh.. aah.. esst.. enak Man terus sedot yang keras Man gigit Man ohh..", racaunya.
Sambil kusedot teteknya bergantian kiri dan kanan tanganku bergerilya di bagian pangkal pahanya sambil menggosok- gosok klitorsnya dari bagian luar celana dalamnya.

Nia pun tidak sabar, akhirnya dia membuka celanaku termasuk celana dalamku sehingga mencuatlah 'adekku' yang sudah berdiri tegak itu dan Nia terpana.
"Gila gede banget Man punya elo.."
Dan tanpa dikomando langsung Nia memasukan kontolku ke dalam mulutnya yang mungil, terasa penuh sekali mulut itu, Nia menjilat-jilat ujung kemaluanku terus turun ke bawah sampai selurh batangnya terjilat olehnya.
"Ah.. enak Ni terus Ni" aku pun menahan nikmat yang luar biasa.
Akhirnya aku berinisiatif dan memutar tubuhku sehingga posisi kami menjadi 69. Sesaat aku menjilati bagian bibir vaginanya Nia mendesah.
"Ah.. enak Man esst.. terus Man.."
Akhirnya Nia menggelinjang hebat ketika lidahku menyentuh bagian klitorisnya.
"Ahh.. ma aku sampai Man.." sambil mulutnya terus mengelum penisku sedotan Niapun semakin cepat dan kuat pada penisku maka aku merasakkan denyut-denyut pada penisku.
"Ni, gue juga mau sampai Ni ahh.."
"Barengan ya.."
Mendengar itu Nia makin bernafsu menyedot-nyedot dan menjilati penisku dan akhirnya..
"Acchh.. ach..", crot.. crot.. crott.., 8 kali penisku menyemprotkan sperma dalam mulut Nia dan dia menelan semuanya sehingga kamipun keluar secara bersamaan.
Akhirnya Niapun menggelimpang disampingku setelah menjilati seluruh penisku hingga bersih.

"Makasih ya Man aku dah lama nggak orgasme sejak suami gue kabur..", kata Nia
"Emang suami kamu kemana?"
"Ga tau tiba-tiba dia ngilang setelah gue ngelahirin anak gue"
"Lho kamu dah punya anak?"
"Udah umur setahun, Man"

Kemudian Nia memeluk saya dengan eratnya. Lalu dia mendongakkan kepalanya ke arah saya, lalu saya cium bibirnya lembut dia pun membalasnya tapi lama-kelamaan ciuman itu berubah menjadi ciuman penuh nafsu. Kemudian Nia memgang kemaluan saya yang masih terbuka dan meremas-remasnya sehingga secara otomatis 'adikku' langsung berdiri dan mengeras.
Kemudian Nia menaiki tubuh saya lalu menjilati habis seluruh tubuh saya mulai dari mulut hingga ujung kaki.
"Ach.." desahku sejalan dengan jilatan di tubuhku.
Kemudian Nia mengulum penisku terlihat jelas dari atas bagaimana penisku keluar masuk mulutnya yang mungil itu.
"Ah. sst.. enak Sayang terus sedot Sayang achh.." desahanku semakin mengeras.

Lalu kuputar tubuhku sehingga posisi 69 dengan Nia diatas tubuhku lalu aku menjilati vagina Nia dan kuisep klitoris Nia.
"Ahh.. enak Man terus Sayang, aku Sayang kamu achh.." desah Nia meninggi.
Kemudian Nia memutar tubuhnya kembali dan dia memegang 'adikku' yang sudah siap tempur itu, dipaskannya ke liang vagina setelah pas perlahan-lahan diturunkannya pantat Nia. Sehingga perlahan-lahan masuklah penis saya ke liang senggama Nia
"Auw.. sst.. ohh.. geede banget sih punya kamu yang" lirih Nia.
"Punya kamu juga sempit banget Yang, enak.. ah.." kataku.
Perlahan-lahan aku tekan terus penisku ke dalam vaginanya yang sempit itu. Akhirnya setelah amblas semuanya Nia mulai mengerakan pinggulnya naik turun sehingga membuat penis saya seperti disedot-sedot.
Nia berada diatasku sekitar 15 menit sebelum akhirnya dia mengerang.
"Ahh.. Sayang aku keluar Yang, ahh.." racaunya.

Setelah itu tubuh dia melemas dan memeluk aku namun karena aku sendiri juga mengejar puncak ku maka langsung kubalik tubuhnya tanpa melepas penisku yang ada di dalam vaginanya. Setelah aku berada diatasnya maka langsung kugenjot Nia dari atas terus menerus hampir kurang lebih 20 menit hingga akhirnya Nia mengalami orgasme yang ketiga kali dalam waktu yang singkat ini.
"Ahh.. Sayang aku keluar lagi Sayang ahh.." Desah Nia.
"Kamu lama banget sih Sayang" desah Nia sambil terus menggoyangkan pinggulnya memutar.
"Ahh terus Sayang sstt enak Sayang terus.." racaunya.
"Iya aku juga enak Sayang terus Sayang ahh.. enak Sayang mentok banget ah.." racauku tak kalah hebatnya.

Akhirnya setelah aku menggenjot Nia selama kurang lebih 40 menit aku merasakan seperti ada yang mendesak ingin keluar dari bagian penisku.
"Sayang, aku mau keluar Sayang"
"Mau di dalam atau diluar Sayang?" kataku.
"Bentar Sayang aku juga mau keluar lagi nih ahh.." desah Nia.
"Di dalem aja Sayang biar aku tambah puas" desah Nia lagi.
"Ahh.. sst.. Sayang aku keluar Sayang ahh.." racauku
"Barengan Sayang aku juga sampai ah.. ahh.. oh.." desah Nia.
"Ahh.. Sayang aku keluar Sayang ahh.. sst.. ohh.." desahku.
"Aahh" menyemprotlah spermaku sebanyak 9 kali.
"Emmhh.." saat itu juga si Nia mengalami orgasme.
"Makasih ya Sayang" kata Nia sambil mencium bibirku mesra.

Setelah itu kami langsung membersihkan diri di kamar mandi dan didalam kamar mandi pun kami sempat 'main' lagi ketika kami saling membersihkan punya pasangan kami masing-masing tiba-tiba Nia jongkok dan mengulum punyaku kembali dan au dalam posisi berdidi mencoba menahan nikmatnya. Namun aku tidak tahan menahan gejolak yang ada maka aku duduk di ws dan Nia duduk di atasku dengan posisi menghadapku dan dia memasukkan kembali penisnya kedalam vaginanya.

"Bless.. ahh.. sst.. enak Sayang ahh.." racaunya mulai menikmati permainan.

Namun setelah 15 menit aku merasa bosan dengan posisi seperti itu maka aku suruh memutar tubuhnya membelakangi aku dan aku angkat perlahan tanpa melepas penisku dan aku suruh Nia menungging dengan berpegangan pada tepian bak mandi dan ketika dia menungging langsung aku genjot maju mundur sambil meremas-remas buah dadanya yang mengayun-ayun.
"Ah.. Man aku mau keluar Man.." desahnya.
"Man aah..", terasa cairan orgasme Nia kembali membasahi penisku.
Karena kondisi Nia yan lemas maka aku memutuskan untuk melepaskan penisku dan Nia melanjutkannya dengan mengulum penisku hingga akhirnya..
"Ni aku mau keluar Sayang.. ah..", Sambil kutekan dalam-dalam kepalanya ke arah penisku sehingga terlihat penisku amblas semua ke mulutnya yang mungil itu.

Dan ketika Nia menyedot penisku maka.. "Ah.. Ni.." akhirnya aku semprotkan seluruh spermaku ke mulut Nia dan aku lihat Nia menelan semua spermaku tanpa ada yang tumpah dari mulutnya bahkan dia membersihkan penisku dengan menjilati sisa-sisa seluruh sperma yang ada.

Setelah itu kami saling membersihkan tubuh kami masing-masing dan kami kembali ke kamar dengan tubuh yang sama-sama telanjang bulat dan kami tiduran sambil berpelukan tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh kami dan kami saling mencium dan meraba serta ngobrol-ngobrol sejenak.

Bagai Mana Dengan Cerita Dewasa IGO nya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Dewasa IGO Ini Dan Baca Juga Cerita Dewasa IGO Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Kamis, 14 Juli 2016

Santi Si Gadis Centil Yang Gila Sex

Cerita Dewasa IGO -;Beberapa bulan lalu aku pergi ke rumah teman aku untuk meminjam catatan sejarah miliknya, karena aku selalu tertidur di kelas ketika pelajaran itu. Ketika sampai di tempatnya, ternyata teman aku tidak ada di tempat. Pada saat itu yang membuka pintu adalah Adik perempuannya (sebut saja Santi) yang juga satu sekolah dengan aku.



"Mau nunggu Kakak pulang apa ntar mau balik lagi neh?" tanyanya.
Setelah berpikir sebentar, aku menjawab "Gue nunggu dalem aja deh, capek bolak balik nih, mana mataharinya panas kayak gini lagi."

Akhirnya aku masuk dan duduk di bangku teras rumahnya. 30 menit berlalu, teman aku masih belum kembali.

"Kemana sih ini anak, keluar enggak bawa HP lagi" pikir aku setelah sebelumnya mencoba menghubungi hpnya.

Karena merasa bosan duduk sendirian di luar, maka aku pun akhirnya masuk ke ruang tamu yang ternyata telah dihuni oleh 2 cewek teman Santi. Tidak berapa lama kemudian Santi pun keluar dari kamarnya dengan memakai rok mini.

"Sory yah enggak nemenin tadi, Gue tadi lagi mau mandi pas lo bel." sapanya sambil duduk tidak jauh disampingku.
"Oh, Nggak apa-apa kok." jawabku sekenanya sambil mataku terus melihat teman-teman Santi yang sedang asyik bermain video game.

Ketika aku sedang asyik-asyiknya membaca majalah, tiba-tiba saja Santi menyambar ke arah aku karena dia berusaha mengelak dari bantal yang dilempar oleh temannya (entah apa sebabnya, karena aku sedang konsen lihat majalah musik), secara spontan aku pun menahan tubuh Santi yang melompat ke pangkuan aku. Saat itu tangan kanan aku tidak sengaja menyentuh buah dada Santi, seketika itu pula Santi melihat ke arah aku dengan raut muka yang tiba-tiba serius.

"Waduh gila.. Bisa digampar nih Gue di depan teman-temannya" pikirku saat itu sambil siap-siap memejamkan mata menerima telapak tangan dari Santi. Ternyata tidak ada respon dari Santi, ketika aku kembali melihat wajah Santi, dia malah membalas tatapan aku dengan senyuman kecilnya yang manis.

"Kok enggak negor atau marah sih nih anak? Malah senyum. Jangan-jangan.."

Refleksi kejadian 'kecelakaan' tadi terus terulang-pulang di pikiranku.

"Weh.. Bengong lagi.. Napa loe? Gegar otak yah ketabrak sama Gue?" ujarnya sambil ketawa.
"Enggak kok, lagi bingung mau baca majalah apalagi nih." jawabku sekenanya.
"Itu di bawah meja banyak majalah kok, pilih aja sendiri." jawab Santi.

Akupun menunduk untuk mencari majalah di bawah meja tamu yang posisinya tepat berada di depan kami sambil mataku mencuri pandang ke arah rok Santi. Ternyata Santi sejak tadi terus mengamati gerak gerik aku, lalu secara perlahan dia mulai membuka kedua pahanya.

"OMG! Santi enggak pake celana dalam!" pikirku sambil secara spontan mataku melihat ke wajahnya, secepat kilat Santi mendekatkan jari telunjuknya ke bibirnya yang seksi sambil mengedipkan sebelah matanya seperti ingin mengatakan.

"Sstt.."
"Wah Adik teman Gue bitchy banget nih, berani banget di depan teman-temannya" pikirku dalam hati.

Kemudian akupun kembali duduk disampingnya tetapi kali ini aku duduk lebih rapat dari sebelumnya. Dengan memberanikan diri, aku letakkan tangan kanan aku ke atas pahanya dan ternyata Santi diam saja, malah dia masih bisa meledek teman-temannya yang sedang asyik bermain dengan permainan mereka sendiri. Secara perlahan aku mengelus pahanya yang dilanjutkan dengan menyusupkan tangan aku masuk ke dalam rok Santi.

"Wah.. Gila bulunya kayaknya pendek-pendek. Seksi.."

Santi pun segera mengambil bantal sofa dan menutup tangan aku yang sudah mulai masuk ke dalam roknya. Secara perlahan aku elus bibir vaginanya dengan lembut, terlihat raut wajah Santi sudah mulai berubah, wajahnya mulai merah. Belum puas dengan permainan di luar, akupun mulai memasukkan jari tengah aku ke dalam vaginanya untuk mencari clittorisnya dan tidak lama kemudian aku mulai memutar-mutar sambil menekan-nekan jari aku di atas clittorisnya. Pada saat itu, Santi mulai memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan suara lenguhannya yang tertahan karena takut terdengar temannya.

"Mmhh.."

Sedang asyik-asyiknya memainkan clitorisnya, tiba-tiba timbul dalam pikiran aku untuk mempermainkan Santi. Segera aku cabut tangan aku dari rok mininya, Santi pun kembali menatap wajahku dengan terheran heran. Akupun membalas tatapannya dengan tersenyum kecil. Santi tampaknya kesal dengan berhentinya permainan kami, akhirnya akupun pura-pura bertanya.

"Gue ke kamar Kakak loe aja deh ambil catatannya, loe tahu enggak dimana Kakak loe taro tas skulnya?".
Seketika itu pula Santi kembali tersenyum binal sambil menjawab, "Tahu, yuk Gue temanin loe ambil" katanya sambil bangkit berdiri dan berjalan di depan aku menuju ke lantai 2 tempat kamar kakaknya berada.

Ketika kami sudah masuk ke dalam kamar kakaknya, Santi segera mencubit perut aku sambil berkata, "Jahat ih.. Bikin Gue horny kayak gini, menderita tahu!"

Baru saja aku mau menjawab sorry, tiba-tiba mulut aku disambar olehnya.

"Hhmm.. Mmhh.. Mmhh.." gumamnya.
"Ini cewek napsuan amat sih" pikirku.

Tidak lama kemudian Santi mendorongku ke atas ranjang dengan tatapan matanya yang liar, dia membuka kancing kemeja aku satu persatu dengan mulutnya dan tangannya membuka celana jeans aku yang sejak tadi menahan 'Mr. P'ku. Ketika aku ingin membuka kaos ketatnya, dia malah menepis tangan aku, "Loe relax aja, let me do it by myself."

Setelah aku telanjang bulat, Santi pun mulai mengulum 'Mr. P's eggs dengan napsunya.

"Gimana sayang? Enak enggak." tanyanya sambil tangan kanannya mengocok 'Mr. P'. Hanya orang tolol yang menjawab 'Tidak!. "Enak say.. terus dong.. jangan berhenti.." jawabku dengan penuh napsu.

Sedang asyik-asyiknya Mr. P ku di oral oleh Santi, tiba-tiba dia berhenti dan menyentil Mr. P ku.

"Aduh.. Sakit tahu.." teriakku dengan suara tertahan.
Santi pun hanya tertawa sambil menjawab, "Siapa suruh bikin Gue horny di bawah tadi!".
"Sekarang loe duduk aja, lihat Gue nari." ujarnya sambil menyalakan music box di atas meja belajar kakaknya.

Tidak lama kemudian lagu trance mulai terdengar dan Santi pun mulai menari sambil melepaskan pakaiannya satu persatu seperti penari strip tease profesional.

"Aarrgghh.. Gue enggak bisa nunggu lagi nih, enggak tahan!" pikirku sambil berdiri dan langsung memeluk tubuh Santi yang masih asyik bergoyang. Aku angkat badannya yang seksi ke atas ranjang dan mulai mencium buah dadanya.

"Kali ini Gue bales loe!" pikirku.

Perlahan kupermainkan dengan memutar mutar lidahku di sekeliling puting susunya sambil berusaha tidak menyentuh putingnya.

"Uuugghh.. Enak.. Iya terus di situ say.. Ugghh.. Naik dikit lagi.." risihnya.

Risihannya tidak kuacuhkan sambil terus melanjutkan permainan lidahku tidak lama kemudian tampak Santi berusaha menggerakkan tubuhnya agar lidahku bisa menyentuh puting susunya, pada saat ini kugigit putingnya perlahan dan dia pun berteriak nikmat.

"Acchh.. Enak.. terus say.. Gigit.. Isep.."

Akupun meluluskan permintaannya. Setelah puas bermain dengan buah dadanya, akupun mulai turun kebawah dan tampak vagina Santi sudah banjir karena permainanku dengan putingnya tadi. Kali ini aku mulai memainkan permainan keduaku di depan bibir vaginanya, kusentuh bibirnya dengan hidungku sambil mencium dan menjilat bibirnya.

"Hhmm.. vagina loe wangi say.. Terawat lagi kebunnya.. Bikin Gue napsu nih say.." godaku.
"Ayo dong yang.. Jangan dilihatin doang dong.." jawabnya penuh napsu.

Akupun memenuhi kembali permintaannya dengan memainkan clittorisnya dengan lidahku.

"Mmhh.. Iya say.. Di situ.. Enak.. Ugghh.. terus.. Gue sudah mau keluar nih.. terus.. Uuugghh.." racaunya tidak karuan sambil kedua pahanya mulai menjepit kepalaku.
"Aacchh.. Gue keluar yang.. Uuugghh.." tampak keluar air awet muda dari dalam vaginanya.

Beberapa saat berlalu, aku pun mulai kembali mencium buah dadanya sambil memasukan Mr. P ke dalam vaginanya yang sudah licin. Perlahan lahan aku masukkan Mr. P.

"Mmhh.. Ketat banget nih.." ujarku.
"Uuugghh.. Lebih dalam lagi yang.. Masukin lagi.. Uuugghh.." lenguhnya tidak karuan.

Kudiamkan Mr. P ku di dalam vaginanya setelah mulai terasa tembok vaginanya menyentuh Mr. P ku, sambil terus kucium bibirnya.

"Lo cantik banget deh San"

Belum sempat dia menjawab, kudorong pantatku ke depan.

"Aacchh.." teriaknya.

Setelah itu kumulai permainan Mr. P ku. Awalnya kudorong perlahan namun pasti, semakin lama semakin cepat gerakanku..

"Acchh.. Aacchh.. Enak.. terus yang.. jugan berhenti. terus.. Ugghh.." racaunya sambil tangannya mulai mencakar punggungku.
"Aacchh.. Aacchh.. Iya.. terus.. Fuck me.. Faster.. Faster.. Aacchh.." teriaknya sambil menggoyangkan pinggulnya mengikuti irama pinggulku yang secara intensif terus menghujam vaginanya.
"Gue sudah mau nyampe nih.. Aacchh.." ujarnya.
"Gue juga nih.. Bentar lagi keluar nih.. Uuugghh.." jawabku menahan napsu.
Tidak lama kemudian, "Gue keluar.. Aacchh.." teriaknya puas.

Akupun segera mencabut Mr. P keluar dari. Vaginanya yang dilanjutkan dengan memompa Mr. P ku di atas perutnya dan..

"Oocchh.. Oocchh.. Huah.." teriakku puas.

Santi pun bangkit dan mengulum dan membersihkan sisa2x sperma Mr. P ku yang mulai melemas. Tidak lama kemudian, kami pun mulai membersihkan diri dengan tissue dan akupun mulai berpakaian.

"Kok udahan sih.." tanyanya.
"Ntar kalau Kakak loe balik gimana? Ntar aja lanjut lagi, kan masih ada hari esok." jawabku sambil bercanda.

Santi pun mengerti dan mulai berpakaian. Ketika Santi turun, terdengar suara temannya menyindir.

"Nyari bukunya lama amat.. Nyari buku apa ngapain tuh.." diikuti suara tawa.
"Mau tahu aja loe nek!" jawab Santi sekenanya.

Akupun akhirnya menyusul turun sambil diikuti oleh lirikan teman-temannya dengan tatapan yang penuh curiga. Aku hanya bisa berlagak cuek bebek sambil berjalan ke arah pintu gerbang. Di depan pintu Santi meminta nomor HP ku.

"Kapan-kapan ke sini lagi yah." ujarnya sambil mencubit perutku.
Setelah kuberikan nomor HP ku, akupun menjawab dengan nada bercanda, "Enggak mau ah.."
"Awas loe yah!" ujarnya.

Malamnya kamipun kembali melanjutkan permainan sex kami di dalam mobilku. Semenjak hari itu kami sering bermain di berbagai tempat, bahkan kami pernah bolos pelajaran dan bermain sex di dalam WC wanita sekolah kami.

Bagai Mana Dengan Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Dewasa IGO Ini Dan Baca Juga Cerita Dewasa IGO Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Petualangan Sex Bersama Cewek-cewek Centil Yang Membuatku Ketagihan

Cerita Nafsu Birahi - Perkenalkan dulu namaku Indra .Sekarang aku sudah kelas 1 SMUdi kotaku yaitu Klaten.Aku orangnya imut,manis(kata temenku aku mirip bintang film )dan aku juga seorang model di kota yogyakarta sehingga cewek cewek banyak yang ingin menjadi pacarku.Aku juga gaul jadi banyak teman yang sering datang kerumahku.



Aku mempunyai tetengga belakang rumahku yang bernama Ita dan Anggi.Ita orangnya manis,tinggi,dan bongsor mirip anak yang berumur 16 tahun.Dia masih kelas 6 SD sedangkan Anggi adik Ita yang sedang kelas 4 SD.Dia juga bongsor sama dengan Ita tetepi bedanya dia agak pendek dan juga Anggi lebih putih,cantik serta lincah juga.Ita anaknya montok dan yang membikin aku tidak tahan adalah pentilnya yang besar itu berukuran 32B.Dia suka memakai celana pendek dan atasannya hanya memekai kaos tipis dalamnya memakai kaos dalam yang longgar tanpa Bh atau Bh saja sehingga pentilnya yang berwarna coklat muda kelihatan sedikit membayang bila memakai kaos dalam saja.Kalau Anggi orangnya suka memakai rok mini yang minim banget atau sebatas pertengahan paha sehingga paha mulus Anggi kelihatan dan atasannya memakai kaos tipis tanpa memakai pakaian dalam sama sekali sehingga pentilnya yang berukuran 32A kelihatan tercetak jelas.Dia juga senang menggodaku dengan memakai celana ketat sepangkal paha milik Ita tanpa celana dalam dan atasannya memakai tengtop tanpa miniset(dia suka memakai miniset) bila aku bermain kerumahnya kalau tidak ada orang tuanya sehingga semua tubuhnya terbayang jelas dibalik pakaiannya yang serba tipis membuat aku tak tahan.Dan bila dia sudah begitu aku langsung mendekatinya dan memeluk serta meraba raba pentil dan tempiknya yang membukit dibalik celana ketatnya.

Kalau Ita suka menggoda aku bila bermain kerumahnya dengan memakai rok Anggi yang mini didalamnya tanpa celana dalam dan atasanya hanya memakai kaos dalem putih/coklat tipis banget hingga pentilnya seperti dia pamerkan kepadaku.

Aku menyetubuhinya pertama kali saat aku,Ita,dan Anggi berenag dikolam renang rumah Ita.Ceritanya begini:

Saat itu hari Minggu(12 Februari 2003)aku main kerumah Ita dan Anggi yang kelihatannya lagi sepi.Saat aku tanya ke Anggi papa dan mamanya lagi kemana dia mengatakan kalau papa dan mamanya lagi keSemarang dan pulangnya lusa dan dirumah hanya ada mereka berdua dan pembantu perempuan yang berumur 22tahun bernama mbak Asih.Lalu aku mengajaknya berenang dirumahnya yang ada kolam renangnya dibelakang rumahnya.Anggi langsung senang dan mengajak Ita kakaknya.Ita langsung keluar dan saat itu dia hanya memakai kimono tidur dan kelihatanya dia tidak memakai apa apa didalamnya dia mengiyakan ajakan adiknya.Aku langsung masuk kerumahnya yang sedang sepi itu dan mencuri curi pandang kearah tempik dan paha Ita yang kelihatan saat Ita duduk didepan ruang keluarga.Saat itu aku memakai celana yang dari bahan parasut atasanya kaos junkies.Aku meminjam celana Ita agar bajuku tidak basah.

Ita aku pinjam dong celana kamu biar bajuku tidak basahkataku

Sebentar yah aku ambilinkatanya dan dia meminjamiku celana yang ketat tapi bisa mengembang berwarna kuning

Bentar yah aku ganti baju dulukatanya dan masuk kekamar Anggi.Aku langsung mengganti bajuku dengan celana Ita didepan Tv karena Anggi dan Ita sedang berganti baju dikamar Ita.Saat itu aku sedang telanjang tanpa memakai apapun dan Anggi keluar tanpa aku sadari karena posisiku didepanya membelakanginya.Ita dari tadi memperhatikanku dari belakang.Tau tau dia sudah memegang kontolku yang sedikit ngaceng karena melihat paha dan tempik Ita.

Eh kok menganggu angguk ini apa sih,ada rambutnya lagi?tanyanya sambil memegang kontolku

Eh Anggi kamu sudah ganti bajutanyaku gugup tapi tanpa menepis tangan Anggi yang memegangi kontolku karena Anggi meremas remasnya sehingga kontolku geli geli nikmat rasanya.

Ya sudah dongkatanya sambil tetap meremas kontolku.Dia memakai baju renang yang sangat sexy banget bawahnya celana dalam nilon tipis berwarna pink terusanya seperti tengtop tipis banget dari kaos berwarna kuning sehingga semua bentuk tubuh Anggi kelihatan sekali menambah ketegangan kontolku apalagi ditambah remasan Anggi.

Lepasin dong kan sakit tititkukataku pura pura tapi didalam hati aku berkata nanti aja kalau kita udah berenang.Dia melepaskan kontolku aku langsung memakai celana Ita.Kontolku membayang jelas dibalik celana nilon tipis Ita mirip ulat yang melintang keatas.Lalu aku ikutan duduk dan memeluk Anggi yang sedang duduk dikursi ruang keluarga itu.Aku memeluknya dari belakang karena Anggi duduknya membelakangiku.Tanganku langsung hinggap dipentil Anggi dan meremasnya pelan pelan.

Ah geli,ehtapi kok enak yahkatanya sambil memegang tanganku tanpa menariknya.

Enakkan,tadi tititku juga keenakan kayak ginikataku sambil berusaha memasukan tanganku kedalam pakaian renang Anggi dan menarik tali pakaian renangnya yang berbentuk tengtop itu hingga terlepas sedikit tapi sudah memperlihatkan pentil Anggi yang sebesar tutup teko itu.

Nggi balik sini dongkataku sambil menariknya agar menghadap ke aku.Dia langsung berbalik dan saat itu juga pentil indah milik gadis kecil terlihat jelas dihadapanku.Pentil cewek kecil dengan puting merah muda menggemaskan

Eh diliatin teruskatanya sambil menarik kembali tali bajunya keatas dan aku hanya senyum saja.Saat itu Ita keluar.Pakaian Ita tak kalah sexynya dengan adiknya.Dia memakai tengtop dengan terusan rok sebatas lutut dari bahan nilon berwarna hitam dan kelihatanya dia tak memakai apa apa didalamnya karena pentilnya jelas tercetak dibalik tengtopnya yang tipis.

Wah kamu cantik banget lho Takataku.Pandangan Ita kebawah bagian kontolku.

Ih lucu apaan tuh yang panjangkatanya menunjuk kontolku

Dasar anak anak kataku dalam hati.Ini namanya tititkataku sambil ngeluarin kontolku yang sejak tadi ngaceng.

Ta aku nggak pakai ini aja deh,kesempitankataku sambil melepas celana Ita memperlihatkan kontolku yang berjembut lebat lalu mengembalikanya.Aku sengaja melepasnya karena aku ingin Anggi dan Ita melihat kontolku dan supaya kontolku bebas bergerak.

Ya udah sini aku kembaliinkatanya sambil meraba kontolku.Seeerrrr tangan halusnya menyentuh kontolku yang mengangguk angguk ngaceng.

Lalu kami keluar dan kekolam renang dibelakang rumah dan tak lupa menutup pintu depan rumah Ita agar tak ada tamu yang datang.Aku berenang dengan mereka dengan telanjang bulat tanpa malu malu karena mereka belum mengerti apa apa.Saat aku tidak berenang dan tiduran di pinggir kolam sambil mengelus elus kontolku yang aku biarkan tegang Ita mendekatiku lalu disusul Anggi dibelakangnya.

Eh lucu kayak burungkata Ita sambil memegang dan meremas kuat kontolku karena gemes.Aku yang diremes jadi sedikit kesakitan

Ukhh sakit Ta jangan diremes tapi diginiinkataku sambil menaik turunkan kontolku.Lalu Ita memegangnya dan menaik turunkan kontolku.

Beginikatanya

Shhhh.ahhhh Taa mmhhhkataku sambil memegangi pundaknya.

Kenapa sakit ya tititnyatanyanya menghentikan kocokanya

Nggak kok terusshhh enak kokkataku lalu tanganku memegang pentil Ita yang basah tercetak dipakaiannya.

Jangan pegang basah nihkatanya sambil terus mengocokku.Aku tak peduli dan terus meremas pentilnya malah menurunkan tali tengtop yang ada di bahunya hingga pentilnya yang putih mulus dengan puting coklat muda kelihatan menggiurkan.

Shhhh terussskata Ita mulai merasa keenakan pentilnya aku remas remas.

Kak ikutan dong Anggi dari belakang lalu duduk menghadapku.

Stop,berhenti dulu aku ajarin yang enak mau nggak?tanyaku

Apaan sihkata Ita

Iya,apaansahut Anggi

Wah kebetulan nih pikirku.

Kita main ibu dan bapakkataku

Gimana?tanya keduanya hampir bersamaan

Gini,biar aku buka pakaian renang kalian lalu kita mainkataku sambil berusaha melepas pakaian Ita

Iya dehjawab Ita.Lalu aku melepas tengtop Ita hingga Ita telanjang dan pakaian atas Anggi lalu cawet nilon Anggi dan membuang semua itu sembarangan.

Nah sekarang Anggi dulukataku mendekati Anggi dan menidurkan Anggi dikursi pantai panjang yang didekat kolam renang.

Kamu tiduran ya terus nikmati ajakataku sambil membelai belai pentil Anggi yang putih mulus dan putingnya yang berwarna merah muda itu.Lalu aku mencium bibir Anggi dan melumat bibirnya.Mulanya dia hanya diam tapi lama lama dia membalasnya dan lidahku masuk kedalam mulutnya.Emhhhhmanisnya ludah milik Anggi.Kami berciuman lama sambil tanganku meremasi pentil serta memelintir putingnya.Ita hanya memperhatikan kami.

Eh seperti yang difilm yang ditonton papa sama mamakatanya.Aku terus saja melanjutkan permainanku dengan Anggi hingga ciumanku turun kedaerah pentil.Disana mulut dan lidahku mengulum dan menciumi pentil Anggi yang kiri dan tanganku yang kiri meremas pentilnya yang kanan.

Shhh akhhhkak Ita enak kak,Anggi sukaaakatanya diiringi rintihan keenakan.Lalu ciumanku turun keperut dan kebawah terus hingga sampai didaerah tempiknya yang belum ada bulunya sama sekali.Tempiknya putih banget dengan bukit melintang indah kebawah serta ada sesuatu seperti mengintip sebesar kacang.Aku hirup aroma tempiknya dalam dalammhhh haruuuum banget melebihi semua madu.Lalu aku menciumnya dan memainkan bibirku di tempiknya yang basah terus lama lama lidahku sudah menyusuri tempiknya.

Kakhhh Ita gawukku diapain kok enak sihhhteriaknya

Ita hanya menonton karena juga tidak mengerti.Lalu aku memasukkan lidahku kedalam tempik Anggi hingga masuk dan menjilati tempiknya yang sudah basah cairan kenikmatannya sampai kedaerah itilnya.

sluuup sruupp sllluuuupp amhhhsuara lidahku memainkan tempik Anggi

Shhhh miaahhhhh kak Itaaa Nikmat sekali kak,Anggi nggak tahankatanya sambil tangannya meremas rambutku hingga acak acakan.Kedua tanganku bermain di pentilnya yang terbebas.Hingga tiba tiba Anggi berteriak.

Kak,Anggi mau pipis kakakhhhhhserrrsserrrrsseerrr..seeerrrr4 kali tempiknya mengeluarkan cairan pejuh.Aku langsung menghabiskan cairan itu hingga habis karena rasanya sangat enak,gurih,manis.Dia kelihatan lemes banget dengan nafas memburu.

Kok enak banget,Anggi keenakan sekalikatanya

Sekarang aku ajarin ngulumin tititku yakataku

Sekarang kamu gantian diatas terus masukin tititku kemulutmu dan emutin Nggikataku sambil membaringkan tubuhku dikursi.Lalu Anggi memegang kontolku dan meremasnya lalu menjilat helmku yang berwarna merah tegang sekali.

Ayo Nggi emut seperti kamu ngemut eskataku sambil mendorong kepala Anggi kebawah kontolku.Lalu Anggi mengulum kontolku tapi hanya 1/4nya saja karena kontolku besar(panjang 17 cm dan berdiameter 5 cm).Dia mengulumnya dengan kasar maklum baru pertama sampai kena giginya.Rasanya sakit sakit,geli,nikmat,enak bercampur jadi satu.Kontolku kena gigi tapi justru itu yang menambah nikmat bagiku.

Sluurrrpppslurrpp.nyot..nyootbunyi kulumannya pada kontolku.

Shhhyahhhh terus Anggi,kamu pintar bangetkataku

Ita kamu sini dong deket aku biar kamu enak jugakataku agar Ita mendekat.Setelah Ita mendekat tanganku langsung menyambar pentilnya dan meremas remasnya

Ehhhshhhhh tetekku sakit taukatanya tapi tak berusaha menyingkirkan tanganku.Jadinya kontolku dikulumin cewek kecil dan tanganku meremasi pentil cewek cantik juga,sungguh pas dan nikmat sekali.Hingga aku akan segera akan keluar.

Ssshhhhh mhhhhcrootttcrroootttcrrooott3 kali panjang panjang aku menembakkan air pejuhku kemulut Anggi

kamu pipis kok nggak bilang sihkata Anggi sambil mengelap pejuh yang meleleh keluar sampai dipipinya

Tapi kok enak yah rasanyakatanya lagi

Nggi kamu tiduran lagi dong biar aku ajaring yang lainkataku.Lalu aku bangun digantikan Anggi yang ganti tiduran dikursi.

Apa lagi sihtanya Ita

Enak deh liat ajakataku brsiap siap naik kekursi lagi lalu aku menyuruh Ita kockin kontolku yang mengecil.

Ta kocokin dong biar ngaceng lagi nihkataku sambil memegangi kontolku.Lalu Ita memgang dan mengocoknya hingga ngaceng kembali.Setelah ngaceng aku siap siap akan memasukkan kontolku kedalam tempiknya Anggi.Aku menggenggam kontolku dan mengarahkan kelobang tempik Anggi.

Nggi tahan dikit yah aku mau masukin kontolkukataku sambil memegangi kontolku

Masukin aja aku pingin rasain kaya papa sama mama main giniankatanya sambil jarinya menyentuh helmku

Ita kamu bantuin aku dong,tarik gawuknya Anggi biar agak lebar Takataku lalu Ita menarik tempik Anggi kekiri dan kekanan dan aku lalu mendorong kontolku.

Susah banget masuknya dan baru 3 kali sodokan helmku mulai masukbleeeshhh

Kaaakhhh Ita sakit kakteriak Anggi

Tahan sedikit Nggikataku lalu mendorong kontolku hingga masuk kontolku sudah menabrak selaput dara Anggi.Aku berhenti sebentar lalu menaik turunkan kontolku hingga Anggi kembali mendesah desah tanda dia merasa keenakan lagi.Lalu tiba tibableessssprett kontolku merobek selaput daranya dan masuk semua hingga amblas ketempik Anggi yang sempit.Kontolku seperti diremes remes dengan karet hingga sakit sakit tapi enak.

Aaaaakkkhhhhh kak Ita,gawukku perihteriak Anggi dan aku terus diatas Anggi.Saat Anggi sudah sedikit tenang aku kembali menggerakkan pantatku naik turun.Pertama Anggi meringis ringis.

Shhhh sakiiitudah dong gawukku sakitrintihnya tapi aku tak peduli karena aku sudah gatel banget.Tapi lama lama rintihanya berubah jadi erangan dan desahan kenikmatan.

Shhhahhhhh aakkhhhh.yaahhhh kak Ita kok enak ya kak sakit tapi nikmatkatanya tak beraturan

Anggi gawukmu nikmat banget Nggi aku suka banget deh shhhhaakhhhhkataku keenakan juga sambil bergerak turun naik diatas tubuh mulus Anggi

Gerakanku makin lama makin cepat hingga akhirnya.

Kak Ita Anggi pipis lagi kakhhshhh..aaahhhhh.ssshhhhhh..aahhhteriakanya membuatku makincepat menggenjot tempiknya hingga akhirnya

Akhhh sseeerrrsseerrr.sseeerrseerrkali ini lebih banyak pejuh yang keluar dari tempik Anggi lalu aku mencabut kontolku yang belum keluar dan belum puas.Lalu aku menjilati tempik Anggi.Kulihat ditempiknya ada cairan putih dan ada darah yang meleleh tanda dia sudah tidak perawan lagi.Lalu aku menjilatinya sampai semua darah dan pejuh habis bersih dan aku telan semua.Rasanya enak,asin,gurih,amis darah bercampur jadi satu.

Kontolku masih kokoh tegang dan basah mengkilap oleh pejuh dan sedikit darah Anggi.

Nggi sekarang kamu istirahat aja deh lihat giliran kak Itakataku

Iya deh,Anggi juga lemes kok dan gawukku sedikit sakitkatanya sambil membelai tempiknya yang bentuknya berubah menjadi tebal dan tembem menggelembung karena sudah kumasukin kontol.Bentuknya jadi sedikit keluar bibir tempiknya.

Sakit ya,tapi nikmat kan?tanyaku

Iya sakit tapi enak kaya gimana gitukatanya sambil tersenyum.

Aku lalu mendekati Ita yang merabai tempiknya karena kegatalan sepertinya

Ta sekarang giliran kamukataku sambil menelakupkan telapakku kepentil Ita lalu meremasnya.

Sakit nggak sih nantitanyanya takut sakit

Nggak deh,malah enaaak sekalikataku

Tuh tititku sudah tegang ingin dimasukin kegawukmu itukataku sambil meremas tempiknya.Ita lalu menutupkan pahanya agar aku tidak menggodanya lagi.

Iya tapi pelan pelan aja yahkatanya

Iya deh nikmatin aja kamu bakalan ketagihankataku lalu aku mendekati Ita dan menyodorkan kontolku kearahnya.

Ta remasin,kocok dan kulumin dong tititku biar lebih ngacengkataku sambil memegang tangan Ita.Ita lalu memegang dan meremas kontolku yang sudah ngaceng basah.

TeruushhhTa kocokin Taaa,enaaakhhhhkataku menikmati remasan dan kocokan Ita pada kontolku.

Taaa emutin dong kaya Anggi tadikataku sambil menarik kepala Ita kearah kontolku.Ita lalu membuka mulutnya dan menjilati lubang kontolku yang kemerah merahan.Rasanya seperti digesekin kekondom(kalau aku ml sama Siska pacarku yang ada dalam cerita Senandung Masa puber aku kadang memakai kondom biar aman,kadang Siska ngocokin kontolku yang mesih berkondom.Enaaaknya si Siska).Sekarang Ita ngulumin kontolku.Hanya 1/4nya kontolku yang masuk karena panjangnya kontolku.Mhhhh.slluuuuuppcleeep suaranya bikin aku melayang.

Taaaa nikamatnya,kamu lebih enakan dari Anggi emutan kamukataku melirik Anggi yang sedang merabai tempiknya yang membengkak merah dia meringis aja.Tiba tiba ada yang akan keluar dari kontolku.

Shhh akhh teruushhh ttaaaakataku lalucroot croot crot crot pejuhku menyembur dalam mulut Ita.

Ita menelan semua pejuhku karena dia tau kalau rasanya enak.Aku lalu bangun dari kursi dan menidurkan Ita kekursi.

Ta sekarang kamu gantian yang rasainkataku lalu aku mencium tempiknya lalu aku jilat bibir tempiknya(tempiknya putih bersih belum ada bulunya sama sekali dan berbau sedap cairan kewanitaanya).Aku menjilat,mencium,melumat sampai cairan Ita jadi habis semua.

Akhhh shhhhmhhhhhshhhhakhhhrintihan Ita semakin indah.Setelah beberapa saat akhirnya dia sampai juga.

Aaahhhhaku pipis enakhhhh sekalissuuuurrrsuurrr..ssuuurrrrrIta menyemburkan pejuh panjang panjang sampai mengenai mukaku lalu aku menjilatinya sampai bersih serta meratakan pejuhnya dimukaku.

Ukhhh enak sekali aku sampai lemaskatanya sambil berbaring terlentang.

Gimana enakan?,sekarang kamu rasain kaya Anggi tadi yahkataku sambil memegangi pentilnya yang mengeras dan mencuat tegang puting coklatnya.Lalu aku menaikin tubuh Ita yang telentang siap.

Ta tahan dikit yah kalau perihkataku sambil memegangi kontolku kerah tempiknya Ita

Nggi bukain dong gawuk kak Itakataku pada Anggi lalu Anggi menarik tempik Ita kekanan dan kekiri membukanya.Terlihat bagian dalam tempik perawan Ita basah,merah muda dan berkedut kedut.Aku mendorong kontolku berkali kali tapi susah dan baru yang kelima kalinya aku berhasil,sepertinya tempi Ita malah lebih sempit dari punya Anggi.Sleeep.kepala kontolku baru masuk tapi Ita sudah teriak kesakitan.

Ukhhhperiiihhsakiiit bangetkatanya sambil tangannya mencengkeram pinggangku agar tidak masuk lagi.Setelah Ita agak tenang aku kembali menekan kontolku masuk lagisleeep..Akhhhhteriak Ita.Setelah lebih kontolku seperti menyentuh selaput tipisnya.

Kamu muncul lagi yah,ntar kamu aku robekkataku dalam hati alu aku dengan tiba tiba menekan kontolku sekuat tenaga.

SlupBrett akhhhh sakiiitteriak ita mencengkeram pinggangku kuat kuat.Aku diam aja sambil menikmati jepitan dinding tempik ita yang kuat seperti mau menghancurkan kontol tegangku.Setelah nafas Ita agak teratur aku kembali menaik turunkan kontolku mengobok obok tempik perawan Ita.

Akhhh shhhh sakiiit pelan pelan dong periiih nihteriaknya tapi aku tidak peduli.

Aku kenthu kamu Ta biar tempikmu perihkataku dalam hati kegemesan

Sleepsleepcleepcleeepgenjotanku naik turun makin lama makin cepat

Akhhhshhhh.akhhhh sakiitteriak Ita kesakitan tapi pinggangnya malah bergerak kekanan dan kekiri.Lama lama teriakannya berubah menjadi desahan nikmat.

Shhh..akhhhhskhhhakhhh enak bangethh siih kalau gini terus Ita mau dongkatanya sambil menekan pinggulku.

Akhhh taaa gawukmu sempit nikmat banget taaakataku sambil menggenjot tempiknya yang lama lama menjadi lancar nggak seret lagi dan basah oleh cairan kenikmatannya.

Sleepsleepp..cluupcluupirama kanthuku membuat Anggi masturbasi dengan memasukkan dua jari mungilnya ketempiknya yang sekarang telah membesar itu

Kak Ita,Anggi gateeelkata Anggi sambil mengeluar masukkan jarinya secara cepat

Aku agak bosan dengan posisi itu lalu mencabut kontolku dari tempik Ita.

Kenapa dicabut sih gatel nihkata Ita sambil menarik kontolku agar masuk kembali

Bentar Ta kita ganti posisikataku lalu menunggingkan Ita

Nah kamu terus gini aja ntar kamu lebih enak lagikataku sambil mendorong kontolku ketempiknya.Ternyata kontolku masih saja kesulitan masuknya karena tempiknya memeng sempit sekali.Bleeeeeesss.kontolku masuk pelan pelan.

Akhhhh teruushh masukin dong lagikatanya.Aku lalu memaju mundurkan pantatku secepatnya biar Ita kesakitan(tujuanku agar aku mendapat variasi Sleepsleep.sleepsleepcplokcplokcploksuara selakanganku menabrak pantat bulat Ita

Akhhhshhhh.akhhh terus dong enak nihkatanya.Lama lama aku sudah merasakan akan keluar sesuatu dari kontolku dan Ita sepertinya juga begitu

Akhh aku mau pipis lagikatanya

Aku juga Ta kita sama sama yuuukajakku lalu aku memeluknya erat erat karena biar semua pejuhku masuk dalam rahim Ita

Crottcrootcroot..suurrrsurr..suurrkami sama sama memuntahkan pejuh kami.Aku memeluk Ita erat sekali hingga kontolku mengecil dalam tempiknya.Rasanya enaak sekali melebihi Siska dulu pertama aku kenthu.

Kami sama sama lelah,karena udah panas udaranya kami segera masuk kerumah Ita.Ita dan Anggi hanya membawa pakaian renangnya dan tidak memakainya karena malas.Kami masuk kedalam dan saat sampai di dapur kami kepergok mbak Asih yang lagi duduk membaca majalah Aneka.

Ehh kalian sedang renang yakatanya sambil memandangi kontolku yang bebas terlihat olehnya

Iya mbak(aku kalau memanggilnya mbak)kami berenang dikolam tadikataku

kok pakaian renang dik Ita dan dik Anggi dilepaskatanya lagi

Kami tadi main ayah dan ibukata Ita menyahut

Ooooo kalian main ginian yahkata Bi Asih sambil mengeluar masukkan jarinya kedalam ibu jari dan telunjuknya yang dikaitkannya.

Iya mbak Ehhhkamikataku gugup

Kenapa sih mbak nggak diajak,mbak kan mau ikutankata mbak Asih sambil mendekatiku dan merabai kontolku otomatis kontolku ngaceng lagi

Tadi enak nggak dik?tanya mbak Asih

Enaak banget mbakkata Anggi

Tapi kok periih banget ya mbak?kata Ita

Tapi enak kankataku membiarkan tangan mbak Asih bermain dikontolku yang sudah ngaceng lagi

mbak kalau mau ikutan dikamar Ita aja tapi berdua aja yah kami kecapaiankata Ita lalu kami masuk kekamar Ita.Saat itu mbak Asih memakai rok kolor hitam atas lutut atasannya memakai kaos oblong ketat tipis menampakkan Bhnya yang berukuran 36C berwarna pink(aku tau ukurannya setelah aku kenthu dengan bi Asih,bahkan aku menyimpannya untuk kenang kenangan bila aku ingin kenthu dengannya atau bila aku ngocok sendiri).

Setelah dikamar Ita aku mengunci kamar hingga didalam kamar hanya ada aku dan mbak Asih sedang Ita dan Anggi nggak ikut karena kecapaian katanya.

uh besarnya kontolmu Ndra mbak jadi ingin rasainkatanya sambil menggerakkannya naik turun.

Shhhh mbak enak mbak kocokanmukataku sambil merabai pentil mbak Asih yang masih memakai pakaiannya.Lalu aku mengangkat kaos mbak Asih keatas dan melapasnya hingga terlihatlah Bh pink mbak Asih yang kelihatan sexy.

Mbak Bhnya lepasin ya,Indra pingin lihat susumu inikataku sambil meraba susunya yang kencang montok dan menantang.Aku memang sudah lama ingin mengenthu mbak Asih tetapi aku nggak enak mengajak dan baru sekarang

Iya Ndra susuku juga ingin kamu lumatinkatanya tetap remesin kontolku.Bhnya aku epas dan aku taruh diranjangnya Ita.Sekarang Bhnya lepas dan mbak Asih telanjang dada.

Pentilnya besar,montok dan putingnya merah mencuat keatas membuat mataku melotot tak puas memandang

Mbak indah banget mbakkataku lalu meremasnya kegemasan

Mhhh akhhh terus remes Ndra susu mbak As gatelkatanya lalu aku mencium bibirnya dan mbak Asih membalas ciumanku serta melumat bibirku lalu kami bermain lidah(ludah mbak Asih rasanya manis banget nggak kalah sama Ita dan Anggi)sambil tetep remasin susunya.Setelah puas ciuman aku menurunkan ciumanku kelehernya dan menggigiti lehernya sampai memerah lalu turun sampai kepentilnya.Disana aku melumat susunya lalu lama lama aku melumat putingnya yang mencuat indah.

Mhhh yahh Ndra teruus sayangkatanya sambil meremas belakang kepalaku

Aku melumat pentil mbak Asih kiri kanan gantian,bila aku lumat kiri tanganku meremas yang kanan tapi bila aku lumat yang kanan tanganku meremas yang kiri.

Aku lalu menarik rok kolor mbak Asih kebawah sampai lepas hingga tempik mbak Asih telihat bebas.Ternyata mbak Asih nggak pakai celana dalam pantesan tadi duduknya didapur kakinya ditutupin handuk.Tempik mbak Asih menggunduk tebal dengan jembut lebat menghiasi bukit tempiknya.

Aku langsung memandang keindahan hutan mbak Asih tak berkedip.Mbak Asih yang masih muda(boleh dibilang remaja)mirip cewek cina karena putihnya mbak Asih,susunya putih montok dengan puting merah mencuat sedangkan tempiknya tebal membukit dengan bulu jembut yang rimbun idah pasti semua cowok akan langsung onani bila melihatnya telanjang.

Udah Ndra kok dipandang teruskatanya mengaitkan pahanya dan duduk ditepi ranjang.Aku hanya senyum saja lalu mendorong mbak Asih telentang lalu menjilat tempiknya yang sudah sangat basah dan berbau enak.Jilatanku naik turun terus melumat lumat hingga mbak Asih kelojotan keenakan.

Akhh Ndraa kamu nakal sayang,teruuusshhhhkatanya sambil meremas remas bantal.Aku terus saja mengerjai tempiknya sampai mbak Asih mengangkat kepalaku dan berkata

Udah Ndra masukin aja kontol kamu itu aku sudah ingin rasainkatanya sambil mengangkangkan paha mulusnya lalu aku menaiki tubtuhnya dan mengarahkan kontolku ketempik rimbunnya.Ternyata susah banget hingga 4 kali usaha bru masuk.Slleep kepala kontolku baru masuk.

Akshhh pelan pelan yah Ndrakata mbak Asih lalu aku menekan lagi pantatku masuk hingga 3/4nya kontolku seperti menekan sesuatu selaput.

Ternyata mbak Asih masih perawan.

Mbak asih perawan ya?tanyaku

Iya,mbak baru main inikatanya

Nggak apa apa mbak aku mengambil perawan mbak?kataku

Nggak apa apa kok,malah mbak senang bisa ngasih kepada orang yang mbak cintaiternyata mbak asih suka padaku.Lalu aku menekan lagi pantatku hingga Bless.preet sleput itu telah sobek.

Akh sakit Ndra terusin aja kok mbak nggak apa apakatanya.Aku lalu mendiamkan kontolku didalam tempik mbak asih menikmati pijatan sexynya

Shhh mbak makasih yah enak sekali,aku kapan kapan mau lagikataku meremasi pentilnya yang sudah keras.

Iya sayangkatanya membelai bibirku sambil menitikka air matanya.Ternyata mbak Asih benar benar mencintaiku.Lalu aku menaik turunkan pantatku pelan pelan makin lama makin cepat.Dari seret sampai lancr keluar masuknya

Sleep..sleepp..cleep..cleep.akhhhh.shhhakhhh..mbaakkk.enakIndraa aku sayang kamuteriakan kami sungguh indah.Kami tetap pada posisi itu hingga akhirnya mbak Asih mendorong tubuhku hingga kontolku terlepas dari tempiknya dan menyuruhku dibawah.

Sayang kamu dibawah yah biar aku rasain diataskatanya lalu dia menduduki kontolku yang basah mengkilat.Sleeeeepp kontolku masuk pelahan lahan.

Aahhdesahannya memulai gerakannya naik turun.Sleecleepcleep..seeepp irama kenthu kami yang indah.

Kami tak hentinya bergerak,mbak Asih naik turun sedang aku meremas remas pentilnya yang bergerak naik turun seirama gerakan pinggul sexynya hingga akhirnya

Mbak aku sampaikataku

Ahhh aku juga sayang kita keluarin sama sama yuuukkkhhhhteriaknya

Sleep..cleep..cleeppakhhhshhh..akhhh ..shhh lalu serrrrserrrrserrrrr kami sampai hampir bersama sama tapi aku hanya mengeluarkan pejuh sedikit banget karena sudah terkuras tadi.Mbak Asih lalu rebah diatas tubuhku kelelahan dan kontolku masih didalam tempiknya sampai mengecil lagi.

Indra aku cinta kamu Ndrakatanya sambil menitikan air matanya diatas tubuhku

Tapi aku sudah menjadi pacar Siskakataku sambil menghapus air matanya

Aku nggak peduli asal kamu juga sayang aku,kamu mau kan menyayangiku?katanya lagi

Iya sayang aku akan mencintai kamu walau kamu yang keduakataku memeluknya keharuan

OhhNdra aku sayang kamu dan aku nggak peduli walau kamu milik Siska yang penting aku memiliki kamukata cintanya tulus padaku

Aku cinta kamu yangsambil mencium bibirnya dari bawah tubuhnya aku berkata.Aku sungguh terharu sampai aku ikutan menangis(aku orangnya romantis dan sangat sentimen).Aku menurunkan tubuh indah sayangku yang kedua setelah aku kehabisan nafas keberatan.Lalu kami tertidur kelelahan dan aku memeluknya penuh kasih sayang karena aku diam diam juga menyayanginya.

Sejak saat itu aku resmi jadi pacarnya walau dia rela menjadi yang kedua setelah Siskaku.Aku juga sering menemui Ita dan Anggi sampai saat ini bila aku lagi gatel ingin kenthu atau ingin rasain air pejuhnya.Saat dia pulang sekolah sekolah dengan jalan aku membolos sekolah karena aku ingin kenthu dengannya dialam terbuka(aku suka berexperimen dengan sex).

Cerianya begini:

Saat aku tau kalau jam 11 siang Ita pulang dari SDnya aku langsung menunggunya digardu ronda dekat sekolahnya karena aku tau jalan itu satu satunya jalan bila dia pulang sekolah.saat dia sampai digardu aku langsung memanggilnya dan kebetulan dia jalan sendirian tidak sama temennya.

Dia kupanggil langsung saja kearahku karena tau aku yang memanggil.

Ada apa sih,kamu bolos yahkatanya sambil senyum

Iya nih kangen sama kamu yangkataku

Yuk jalan kesana yukkataku mengajaknya kearah persawahan(sekolahan Ita dekat persawahan yang luas)

Yuk dehkatanya menggandeng tanganku mesra.

Ita aku kangen kamu sama permainan kitakataku memeluk pundaknya dari samping setelah mendapatkan tempat yang agak terlindung dan sepi.

Yang bener aja dehkatanya memegang tanganku yang dipundaknya.

Iya,sampe sampe aku bolos beginikataku lalu tanganku yang satunya meraba kakinya hingga terus sampai kepahanya.

Kamu nakal dehkatanya membiarka aku menyingkap rok merah seragamnya

Kita main yukkataku lalu aku menciumnya dan dia membalas lumatanku pada mulutnya karena dia sudah terbiasa aku lumatin.Tanganku meremas pentilnya setelah aku menidurkannya dirumput yang tempatnya terhalang semak rimbun.Kami ciuman lama banget sampai mulutku basah oleh ludahnya.

lalu aku membuka kancing seragam putih SDnya dan melepasnya serta meletakakn disamping kami.Ita memakai kaos dalam putih dan aku segera mengangkatnya keatas hingga terlepas dan dia hanya tersenyum kepadaku tanganya mengelusi kontol tegangku yang sudah tadi dia keluarin dari celana panjangku(aku sengaja nggak pakai celana dalam karena aku sudah ada rencana) hingga tampak miniset putih yang masih menghalangi pentilnya.

Kok kamu pakai miniset sih kmau nggak sexy dongkataku menggodanya

Aku malu kok teteku udah gede nihkatanya menutupi pentilnya yang terhalang miniset kecil putih.Aku lalu menaikkan minisetnya danmelepasnya dari tubuh kecilnya.

Ta kamu pakai lagi dong kaos dalemu sama seragammukataku menyodorkan baju seragamnya

Kok di pakai lagi?katanya

Pokoknya kamu pakai aja dehkataku lalu dia memakai semuanya tanpa miniset putihnya.Setelah selesai aku melepaskan celana panjangku,mendekatinya dan memangkunya sehingga dia diatasku.Aku menyingkapkan rok merahnya keatas dan dia hanya diam saja meremasin kontolku yang mengacung keatas.Kusingkap roknya hingga terbuka sampai pangkal pahanya,terlihatlah celana dalam hijau ada bunga bunga kecil miliknya

Ta aku lepasin yahkataku sambil menarik cawet hijaunya kebawah dan Ita hanya mengangguk.Setelah lepas tangan kananku meraba raba tempiknya yang masih gundul itu naik turun sedang tangan kiriku masuk kedalam kaos dan seragam putihnya meremas susunya yang berukuran 32B itu

Ahhhh kamudesahnya mulai keenakan sambil mengocok kontol itemku.Kami bermain pegang pegangan hingga kami puas lalu aku menyuruhnya tidur dan aku menindihnya terbalik(posisi 69)lalu aku menjilati,mengulum serta mengerjai tempiknya hingga basah cairan kenikmatan dan dia mengemut kontolku hingga kami sama sama mengeluarkan pejuh.Setelah keluar aku menyruhnya bangun dan berdiri menungging.

Aku lalu menyingkap rok merahnya keatas sampai pantat dan tempiknya mengintip serta mendekatkan konotlku siap aku masukkan.Sleeeeeeppp kontolku masuk dengan mudah karena Ita sudah sering aku kenthuin.

Ta enak nggak?kataku mendiamkan kontolku didalam tempiknya dan memegangi pinggang rampingnya

Ahhhh Ndra kontolmu nakal sekalikatanya sambil nungging dan pegangan pada pohon kelapa.Aku lalu mulai memaju mundurkan pantatku agar kontolku keluar masuk tempik Ita.Gerakanku mulanya lambat tapi lama lama mulai cepat dan lebih cepat.

Shhhh.akkhhhhmhhhh akhhhhakhhhh nikmaaatteriak Ita

Taa enak,nikmat taaateriakku tertahan.Clep..clepsleepsleep irama monoton kenthu kami tapi indah.

Aku mulai bosan dengan posisi nungging lalu aku mencabut kontolku dari tempiknya.

Ta sini aku gendongkataku lalu menaikkan tubuh Ita dan mengarahkan kontolku lagi kedalam tempiknya.Sleeepp kontolku masuk dengan mantap

Aku berdiri telanjang dan Ita diatasku lalu bergoyang naik turun semakin lama semakin cepat sampai rok dan seragamnya kusut.Aku memeluknya dan bibirku berciuman dengannya saling melumat dan menjilat.

Hingga akhirnya aku akan sampai

Taa aku pipis Taaateriaku lagi

Ndraa aku juga Akhhhhdesahnya tertahan lalu Serrrserrrr.serrr.crootttcrootttcrroooottt kami sampai hampir bersamaan dan saling memeluk erat erat.Aku menyandarkan tubuhnya dipohon kelapa sampai beberapa saat kontolku juga didalam tempiknya.Air pejuh kami kebanyakan sampai meleleh keluar membasahi rok seragam Ita.Sungguh nikmat kenthu sambil sembunyi ditempat terbuka seperti ini.

Aku menurunkan Ita saat nafas kami kembali teratur dan mencabut kontolku dari tempiknya

Uhhhh..ta nikmat ya tadikataku membelai rambut Ita yang kusut serta merapikannya

Iya lain kali lagi yah Ndrakatanya.Aku memekai lagi celanaku dan mengambil miniset dan celana dalam hijau Ita serta menyimpannya

Ta buat aku yah cawet dan Bh minimukataku sambil mengantongi pakaian dalamnya

Buat apa?tanyanya lalu tertawa kegelian

Buat kenang kenangan ajakataku

Terus aku gimana nihkatanya sambil menyingkap roknya keatas memperlihatkan tempiknya yang tidak pakai celana dalam

Nggak usah pakai dulu hingga kamu sampai rumah baru kamu ganti terus tetekmu itu kan agak tertutup,nggak kelihatan kok tetekmukataku membela belai pentilnya yang tertutup seregam dan kaos dalam.Kami lalu pulang dan berpisah dijalan karena aku pulang jam 2 siang dan saat itu baru jam setengah satu jadi aku tadi kenthu sama Ita selama 1 jam lebih.Aku dijalan sepi menciumi celana dalam Ita dan minisetnya yang berbau tubuh serta keringatnya.Baunya kecut kecut segar tapi aku bener benar suka malah bila aku sedang terangsang dan tidak ada penyaluran aku lalu menjilat serta menyedot aroma wangi pakaian itu sambil mengocok kontolku sampai puas.

Aku juga pernah menemui Anggi secara sembunyi ketika Anggi membeli sesuatu diwarung sebelah rumahku.Saat itu Anggi membeli rokok yang disuruh oleh papanya dan aku menemuinya serta menyuruhnya kembali menemuiku setelah dia mengembalikan rokok papanya.Setelah dia mengembalikan rokok papanya dia menemuiku lagi dan langsung aku ajak dia pergi kesawah deket rumahku yang tempatnya sepi.

Kenapa ajak aku kemari sih?tanyanya sambil tangannya menggandeng tananku

Nggak kok,aku pingin main aja dengan kamukataku lalau aku memeluk pundaknya dan telapak tanganku langsung meraba susu kanannya karena posisiku ada dikirinya.Dia malah semakin memelukku erat karena dia memang suka aku remesin susu mininya

Eh,remasin dong tetekukan lama nggak kamu remesinkatanya centil lalu aku memasukkan tanganku kekaos dan kaos dalamnya yang longgar lalu mencari susu mini yang aku sukai.Aku meremas remas dengan lembut karena Anggi suka diremesin lembut.

Terasa sekali susu Anggi belum keras dan lembut karena belum ada rangsangan.

Enak terusin yahkatanya lalu kami berjalan beriringan kegubuk yang agak tersembunyi.Setelah sampai aku segera mendudukan Anggi di tikar lusuh yang ada digubuk itu lalu aku membuka kancing kaosnya karena kaos Anggi memakai kancing didadanya.

Nggi main lagi yuk,tititku gatel nih Nggikataku sambil menidurkannya dan menindih tubuh kecil Anggi setelah membuka kancing kaos Anggi

Iya yuk aku juga sudah lama nggak main lagi sama kamukatanya lalu tangan Anggi meraba kontolku yang mulai ngaceng sejak sampai digubuk tadi.Lalu aku melumat bibir Anggi dan dia membalasnya tak kalah ganas karena sudah sering aku lumatun bibir merahnya.Tanganku langsung meremas susunya yang mulai mengeras dan pentilnya mencuat tegang.Saat kami sedang ciuman aku menaikkan kaosnya sampai terlepas lalu kaos dalamnya sekalian hingga Anggi telanjang dada terlihat susunya mengeras dengan pentil coklat muda tegak mengacung menantang.Aku lalu melepaskan lumatanku pada bibir mungil Anggi dan mulai melumati pentil kirinya yang tegang mengacung sambil tangan kiriku meremas susu kanannya yang bebas.

Aaahhh.ssshhhhh enaaak teruuss yakatanya sambil merabai kontolku yang ngaceng.Setelah agak lama aku mengerjai susunya secara bergantian lalu tanganku mulai melorotkan celana selutut ketat hitam Anggi hingga Anggi telanjang bulat karena Anggi tidak memakai celana dalam(biasanya Anggi memakai celana ketat itu sebagai ganti celana dalam).Tanganku segera menggosok gosok tempiknya yang mulai membasah pertanda Anggi sudah terangsang.Tempik Anggi sekarang kelihatan tebal dan dikanan kiri bibir tempiknya ada daging yang menyelaput tapi daging itu justru membuat enak jika disetubuhi.2 Jari tanganku aku masukkan kedalam lubang tempiknya lalu mengeluar masukkannya secara cepat seperti menyetubuhinya.

Aahhhshhhhh sakiiit jangan pakai jari dongkatanya sambil tangannya memegangi lenganku kesakitan.Aku tak peduli hingga tempiknya berdarah menganai jariku.Setelah sadar tempik Anggi berdarah aku menghentikan jariku dan melihat Anggi menangis sambil tiduran.

Aku segera saja naik ketubuh Anggi dan mengarahkan kontolku yang tegak mengacung acung kearah tempiknya yang merah merekah segar sekali kelihatannya.Sleeeepp..kontolku masuk perlahan lahan

Ukhhh pelan pelan aja yahkatanya lalu aku mulai menggerakan pantatku maju mundur memompa tempiknya.

Terasa nikmat,licin,geli bercampur jadi satu menjadi sensasi setubuh anak anak yang membuat kami ketagihan.Kami bertahan pada posisi itu sampai kami sama sama melepaskan pejuh kami.

AkhhhAnggi samapi nih..serrserr..serrrrseerrteiakan Anggi nyaring dan kurasa ada aliran hangat melumuri kontolku.Lalu aku merasa kontolku semakin mengeras dan ingin memuncratkan air surga.

Nggiiiii.emut kontolku aku mau pipis sayangkataku lalu mencabut kontolku dari tempiknya.Crroootttt.crrootttt.croottt lalu Anggi melumat kontolku hingga pejuhku habis keluar.

mhhh enak sekali pejuhmukatanya sambil mengocok ngocok kontolku mencari sisa air pejuhku.

Udah dong Nggikataku lalu memasukkan lagi kontolku ketempiknya dan memangku Anggi ditikar gubuk duduk berpangkuan karena kontolku belum juga melemas.

Belum lemes yakatanya lalu mengambil kaosnya menutupi daerah kemaluan kami yang masih menyatu.

Kenapa ditutup,kan nggak ada orangkataku memakaikan kaosku ketubuhnya.

Biar nggak sarukatanya kegenitan.Kami tetap menyatukan kelamin kami hingga Anggi tertidur dalam pelukanku tapi kontolku nggak mau lemes juga akhirnya aku diam menikmati remesan remesan lembut tempik Anggi pada kontolku.

Kami juga sering main bersama,berdua atau bertiga.Kadang dirumah Ita kadang dirumahku kadang dirumah Siska pacar kesatuku.

Aku dan Siska juga sering main seks diluar ruangan karena kami juga menyukai petualangan yang seru.Kami main di sekolahan juga pernah.

Dulu Siska dan aku bolos jam pelajaran berdua lalu kami sembunyi dikamar mandi yang letaknya memang agak tersembunyi dan tertutup.Pada saat dikamar mandi aku memeluk Siska dari belakang dan memasukkan tanganku kebaju seragamnya lalu meremas remas susunya dari luar kaos dalamnya dan diluar Bh mini Siska setelah puas aku membuka 3 kancing atas baju seragam Siska lalu aku mengangkat kaos Siska dan membuka kancing Bhnya lalu talinya aku tarik kekanan dan kekiri melewati bahu dan tangannya kemudian melepasnya singkatnya susu Siska tertutup tetapi hanya seragam dan kaos dalamnya.Lalu tanyanku menurunkan semua celanaku hingga celana dalamku sekalian menampakkan kontolku yang tegang mengangguk angguk minta dimasukin.Kemudian aku menurunkan celana dalam merah Siska tanpa melepas rok Siska.

Kemudian aku mendekati Siska dari belakang dan mengarahkan kontolku dari belakang(kami sudah sama sama nafsu).Sleeeeppblesss aku langsung memasukkan kontolku terburu buru karena sempit waktu membuat kesakitan Siska.

Aduuh pelan pelan dong Ndra,Siska sakit nihkatanya agak merintih

Sorry Sayang aku terlalu nafsu nihkataku lalu tanganku menyambar susunya yang menggelantung indah dibalik seragam dan kaos dalamnya.

Lalu aku mulai memaju mundurkan pantatku sambil tanganku berpegangan pada susunya dan meremasnya.

ShhhhahhhhshhhhNdraaaa aku sayang kamuuuukata Siska setengah merintih kenikmatan

Siskaaaa aku juga,tempikmu sempiittnikmat Kaaaateriaku mengiringi kenikmatanku pada kemaluan kami.Sleeepbleesscplok..cplokcplok irama persetubuhan kami sungguh indah hingga aku ketagihan.Kami melakukan posisi nungging itu lama sekali hingga kami sama sama sampai hampir bersamaan.

Shhhahhh Ndra Siska sampai nihkatanya sambil kepalanya mendongak kebelakang.

Iya Siska sayang aku juga sampai nih,didalam yah yaaaangkataku lalu menghunjamkan kontolku dalam dalam ditempik Siska.

Seerrserr..serrcrootcrootcroot kami keluar hampir bersamaan lalu aku mencabut kontolku dari tempik Siska.

Kontolku terlihat basah dari air mani kami dan air kenikmatan Siska.

UghNdra enaak banget yakatanya sambil membenahi bajunya tetapi Siska tidak memakai kembali Bh dan celana dalamnya tetapi dia menyuruhku menyimpanya lalu aku menyimpanya disaku celanaku.

Iya yang aku sampai ketagihan,omong omong kamu kok nggak pakai kembali celana dalammu dan Bhmu yangkataku sambil memakai celanaku kembali.

Nggak ah panas nih yang lagi pula aku malas lepas seragamkukatanya

Lalu kami duduk beristirahat ditepian sisi kamar mandi sambil menunggu jam pelajaran selesai sambil saling membelai kemaluan kami menikmati sisa kenikmatan yang tadi kami lalui.Setelah bel pelajaran kami masuk kekelas berdua kembali mengikuti pelajaran seperti biasa.Siska tidak banyak bergerak dari tempat duduknya karena dia tidak pakai celana dalam dan Bh dan aku segera menyimpan pakaian dalam Siska ketasku takut ketahuan.

Itulah petualangan seksku dengan cewek cewek kecil nan cantik yang membuatku ketagian.Dan kegiatan kami ini terus berlanjut sampai sekarang.

Bagai Mana Dengan Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Aku Seorang Pelacur

Cerita Nafsu Birahi - Kenalkan namaku Indah. Umurku 24 tahun. Statusku bersuami dengan 2 orang anak. Pekerjaanku pelacur. Tetapi nanti dulu, jangan mencemoohku dulu. Saya bukan pelacur kelas Kramat Tunggak apalagi Monas di Jakarta atau Gang Dolly di Surabaya. Saya seorang pelacur profesional. Oleh karena itu tarip pemakaian saya juga tidak murah. Untuk short play sebesar US$ 200, dengan uang muka US$ 100 dibayar saat pencatatan pesanan dan kekurangannya harus dilunasi sebelum pengguna jasa saya sebelum menaiki tubuh saya.



Jelasnya, sebelum kunci kamar tempat berlangsungnya permainan dikunci. Short play berlangsung 1 jam, paling lama 3 jam, tergantung stamina customer. Kalau sesudah 1 jam, sudah merasa capai, dan tidak memiliki lagi kekuatan untuk ereksi, apalagi untuk ejakulasi, artinya permainan sudah usai. Semua kesepakatan ini tertulis dalam tata cara pemakaian tubuh atau jelasnya lagi tata cara persewaan kemaluan saya. Ini sudah penghasilan bersih, sudah merupakan take home pay.

Saya tidak mau tahu soal sewa kamar, minum, makan malam dan sebagainya. Semua aturan ini saya buat dari hasil pengalaman menjadi pelacur selama 3 tahun (saya berniat berhenti menjadi pelacur dua tahun lagi, bila modal saya sudah cukup). Saya tidak pernah diskriminasi, apakah pembeli saya itu seorang pejabat atau konglomerat. Pokoknya ada uang kemaluan saya terhidang, tak ada uang silakan hengkang. More money more service, no money no service.

Biasanya para langganan yang sudah ngefans betul pada saya masih memberi tips. Setelah persetubuhan selesai, saya akan menanyakan, "Bapak (atau Mas) puas dengan layanan saya?" Jawabnya bisa macam-macam. "Luar biasa!" mengatakan demikian sambil menggelengkan kepalanya. Atau ada yang menganggukkan kepala, "Biasa!". Tetapi ini yang sering, tanpa berkata sepataHPun memberikan lembaran ratusan ribuan dua atau tiga lembar. Untuk tarip long-play atau all night, tergantung kesepakatan saja, namun tidak akan kurang dari enam ratus dolar. Itu tentang tarip.

Sekarang tentang service. Saya akan menuruti apa saja yang diminta oleh pelanggan (customer) selama hal itu tidak merusak atau menyakiti tubuh saya atau tubuh pelanggan. Dengan mulut, oke, begitu juga mandi kucing atau mandi susu yaitu memijati tubuh pelanggan dengan buah dada saya yang putih dan montok, juga oke-oke saja. Tetapi bersetubuh sambil disiksa, atau saya harus menyiksa pasangan saya, saya akan menolak.

Tiga tahun menjadi pelacur telah memberikan pengalaman hidup yang besar sekali dalam diri saya. Saya mempunyai buku catatan harian tentang hidup saya. Saya selalu menulis pengalaman persetubuhan saya dengan bermacam-macam orang, suku bangsa bahkan dengan laki-laki dari bangsa lain (Afrika, India, Perancis, dan lain-lain). Tetapi kalau selama tiga tahun saya menggeluti profesi saya itu lahir dua orang anak manusia, (masing-masing berumur 2 tahun 3 bulan dan satunya lagi 1 tahun), tentunya saya tidak bisa bahkan tidak mungkin mengetahui siapa bapak masing-masing anak itu. Cobalah dihitung, kalau dalam seminggu saya disetubuhi oleh minimal 10 orang, dalam 1 bulan ada 30 orang yang memarkir kemaluannya di kemaluan saya (1 minggu saat menstruasi, saya libur).

Tetapi ini tidak berarti anak itu tanpa bapak. Resminya anak itu adalah anak Pak Hendrik (nama samaran). Dia adalah boss tempat saya secara resmi bekerja. Seorang notaris dan sekarang sedang merintis membuka kantor pengacara. Pekerjaan resmi (pekerjaan tidak resmi saya adalah pelacur) ini cocok dengan pendidikan saya. Saya, mahasiswa tingkat terakhir Fakultas Hukum salah satu universitas swasta, jurusan hukum perdata. Tetapi nantinya saya kepingin menjadi notaris, seperti Pak Hendrik ini.

Sebetulnya saya ditawari Pak Hendrik untuk menangani kantor pengacara yang akan didirikannya tadi. Tetapi saya tidak mau. Menurut persepsi saya (mudah-mudahan persepsi saya salah) dunia peradilan di negeri kita masih semrawut. Mafia, nepotisme, sogok, intimidasi masih kental mewarnai dunia peradilan kita. Dari yang di daerah sampai ke Mahkamah Agung (ini kata majalah Tempo loh). Tetapi sudahlah itu bukan urusan saya. Lalu darimana saya kenal dengan Pak Hendrik? Itu terjadi pada tahun pertama saya menjadi pelacur.

Waktu itu saya hamil 2 bulan. Kebetulan Pak Hendrik mem-booking saya. Setelah selesai menikmati tubuh dan kemaluan saya sepuasnya, saya muntah-muntah. Itu terjadi waktu saya bangun pagi. Dia bertanya apa saya hamil. Saya jawab iya. Lalu dia bertanya siapa bapaknya. "Ya entahlah", jawab saya. Waktu itulah dia menawari pekerjaan untuk saya, kesediaan untuk secara resmi menjadi suami saya dan tentunya melegalisir bayi yang akan saya lahirkan.

Saya tidak tahu bagaimana dia mengurus tetek bengeknya di kantor catatan sipil dan bagaimana dia dapat menjinakkan isterinya. Yang jelas setelah itu tiap hari Selasa dan Kamis saya berkantor di kantor Pak Hendrik. Lalu apa keuntungan Pak Hendrik? Ya pasti ada. Tiap hari Selasa dan Kamis, dia akan sarapan kedua. Mulai dari menciumi, meraba-raba badan dan buah dada, dan terakhir menyutubuhi. Kadang-kadang saya malah tidak sempat bekerja karena selalu dikerjai oleh suami saya tersebut. (Bangunan yang dipakai sebagai kamar kerja Pak Hendrik dan saya terpisah dengan bangunan untuk ruang kerja stafnya).

Wajah saya memang cantik. Tinggi dan berat serasi, bahkan berat badan di atas angka ideal, namun terkesan seksi. Buah dada cukup besar, tetapi tidak kebesaran seperti perempuan yang menjalani operasi plastik dengan mengganjal buah dadanya dengan silikon. Kata orang saya cukup seksi tetapi dari sikap dan penampilan sehari-hari juga terkesan cerdas. Singkat kata, kalau ada perempuan laku disewa Rp 1,6 juta sekali pakai, bayangkan sendiri bagaimana penampilan, penghidangan dan rasanya. Baiklah terakhir saya ceritakan tentang pengawal saya, atau bodyguard saya.

Namanya Mulyono. Saya biasa memanggilnya Dik Mul, karena memang usianya baru 21 tahun, tiga tahun lebih muda dari saya. Orangnya tinggi, atletis dengan potongan rambut cepak, dan penampilannya seperti militer. Konon katanya, sehabis lulus SLTA Mulyono pernah mengikuti tes masuk di AKMIL, tetapi jatuh pada tes psikologi tahap 2. Orangnya sopan (asli dari Klaten, Jawa Tengah) dan disiplin, dia juga sangat loyal pada saya (saya sudah sering mengetes kesetiaannya tersebut).

Mulyono sudah saya anggap adik sendiri. Menjadi sopir pribadi, mengurus pembayaran kontrak, mengatur waktu kerja, melindungi dari berbagai pemerasan oknum keamanan dan sebagainya, pokoknya seperti sekretaris pribadi. Hanya saja dia tidak tinggal serumah dengan saya. Saya kontrakkan dekat dengan rumah saya. Selain itu dia masih mengikuti kuliah di Universitas Terbuka, Fakultas Hukum. Lalu berapa gajinya? Itu rahasia perusahaan.

Tetapi yang jelas, sebagai seorang penjaga putri cantik, atau penjaga kebun wisata, sekali waktu dia saya beri kesempatan untuk mencicipi atau menikmati keindahan kebun itu. Mula-mula dia memang menolak. Itu terjadi pada suatu malam minggu di rumah. Dia saya panggil, saya minta dia memijati badan saya. Dia menurut. Saya hanya mengenakan gaun malam tipis dengan celana dalam dan BH yang siap dilepas. Mula-mula kaki saya dipijatnya pelan-pelan, enak sekali rasanya. Rasanya tangannya berbakat untuk memijit. Kemudian naik ke betis, yang kiri kemudian yang kanan.

"Dasternya ditarik ke atas saja Dik Mul", kata saya waktu dia mulai memijat bokong.

Saya sengaja memancing nafsu seksnya sedikit demi sedikit. Sementara nafsu saya sudah mulai terbangun dengan pemijatan pada bokong tadi. Bokong saya diputar-putar, dan nafsu seks saya semakin bertambah. Terus pemijatan pada pinggang, lalu punggung. Pada pemijatan di punggung kancing BH saya lepas, sehingga seluruh punggung dapat dipijat secara merata tanpa ada halangan.

Waktu Mulyono memijat leher, dia terlhat sangat berhati-hati. Setelah saya membalikkan badan, Mul akan memulai memijat dari kaki. Tetapi saya mengatakan agar dari atas dulu. Rupanya dia bingung juga kalau dari atas mulai darimana kepala atau leher, padahal dada saya sudah terbuka sehingga kedua bukit kembar yang putih dan kekar itu terbuka dan merangsang yang melihatnya. Belum sampai dia menjawab pertanyaan saya, saya sudah mengatakan..

"Dik Mul, Mbak Indah dicium dulu yach!"
"Ach enggak Mbak jangan."
"Lho kenapa? Dik Mul nggak sayang sama Mbak ya?"

Tanpa menunggu jawaban, saya sambar leher Mul, saya peluk kuat-kuat, saya cium bibirnya. Dengan kedua kaki saya, tubuhnya saya telikung, saya sekap. Dia terlihat gelagapan juga. Lama leher dan kepala Dik Mul dalam dekapan saya. Rasanya seperti mengalahkan anak kecil dalam pergulatan karena Dik Mul ternyata diam saja. Baru setelah lima menit, Dik Mul memberikan perlawanan. Pelukan saya lepaskan. Dia mulai mencium lembut pipi saya, turun ke dagu, lalu dada, di antara kedua buah dada saya. Disapunya dengan bibirnya semua daerah sensitif di sekitar mulut, dada dan leher. Saya menikmati benar ciuman ini. Apalagi setelah bibirnya turun ke bawah di sekitar pusat, pangkal paha dan sekitar kemaluan saya.

Tanpa saya sadari tubuh saya meliuk-liuk, mengikuti dan menikmati rangsangan erotis yang mengalir di seluruh tubuh. Kemaluan saya mulai basah, menanti sesuatu yang akan masuk. Setelah puas diciumi, saya berbisik..

"Dik Mul, masukkan sekarang kemaluannya ya! Saya sudah nggak tahan.."

Dia lalu berdiri dan mulai melepaskan, baju, celana, kaus baju dan terakhir celana dalamnya. Kini penisnya terlihat utuh putih kehitaman, dengan semburat urat-urat kecil di sekitar pangkalnya. Ujungnya seperti ujung bambu runcing, lebih panjang bagian bawah. Penis itu mencuat ke atas, membentuk sudut lebih kurang 30 derajat dengan bidang horisontal.

Pelan-pelan penis itu mulai ditelusupkan di antara bibir kemaluan saya. Setelah itu ditarik secara pelan-pelan. Kemaluannya dan kemaluan saya dapat diibaratkan dua kutub magnit, pergesekannya membangkitkan arus listrik yang merambat dari kemaluan keseluruh tubuh, juga dari kemaluannya dan memberikan rasa nikmat yang sangat kepada pasangan yang sedang ber-charging tersebut. Gosokan kemaluan Mulyono yang semakin cepat membuat seluruh tubuh saya seperti terkena listrik. Kemaluan saya terasa berdenyut meremas kemaluan Mulyono.

Saya orgasme, dan ini terulang lagi beberapa kali, multi orgasme. Makin lama rangsangan itu semakin meningkat. Bersetubuh dengan Mulyono memang saya rasakan agak lain. Biasanya saya bersikap meladeni kepada para pelanggan, tetapi dengan Mulyono saya seperti diladeni, dipuaskan rasa haus saya. Gerakan keluar-masuk kemaluannya yang lambat, ciuman disekitar buah dada yang terkadang diselingi dengan menghisap-hisap putingnya, dan reaksi menggeliat-geliatnya tubuh saya, seperti suatu pertunjukkan slow motion yang mengasyikkan. Dan ketika saraf tubuh saya tak lagi kuat menampung muatan listrik itu, saya berbisik..

"Dik Mul, tembak sekarang ya!" Dan Mulyono mempercepat gesekan kemaluannya, sampai pada puncaknya kakinya mengejang. Bersama itu pula saya peluk kuat-kuat tubuh Mulyono.

Inilah puncak persetubuhanku dengan Mulyono.

Bagai Mana Dengan Ceritanya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Nafsu Birahi Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Di Bawah Ini:
Read more

Selasa, 12 Juli 2016

Rituwal Yang Membawa Kenikmatan Part 4

Cerita Nafsu Birahi Tiba-tiba Mbak Narsih membalikkan posisinya.. mulutnya masih sibuk melumat batang kemaluanku tetapi sekarang tubuh bagian bawahnya digeser ke atas sehingga gundukan bukit di bawah perutnya yang lebat ditumbuhi bulu hitam sekarang tepat berada di hadapan wajahku. Kedua kakinya mengangkangi wajahku sehingga jelas kulihat belahan merah jambu segar di tengah-tengah gundukan itu.



Ada bau khas semacam bau cumi-cumi segar menyeruak lubang hidungku.. oo.. rupanya seperti inikah bau kemaluan wanita.. seperti bau cumi-cumi.. orang Korea bilang katanya bau Ojingo atau bahasa kitanya cumi-cumi! Segar dan sedikit amis.. gitu!

Aku yang baru kali ini melihat dari dekat bentuk kemaluan wanita dewasa menjadi terpesona melihat pemandangan seperti itu. Mengetahui aku diam saja Mbak Narsih yang tadinya asyik menjilati batang kemaluanku berhenti melakukan aksinya lalu diturunkannya pantatnya pelan-pelan sehingga lubang kemaluannya menekan hidung dan mulutku. Aku yang sedang melongo jadi gelagapan karena tiba-tiba kejatuhan memek! Pas dimulut dan hidungku lagi! (Pembaca pernah enggak kejatuhan memek? Kalau belum bisa dicoba suruh aja cewek pembaca ngangkang di atas dan melakukan aksi seperti itu! Pasti ditanggung kaget tapi nikmat! Ha.. ha.. ha!)

Begitu liang kemaluan Mbak Narsih yang sudah basah dan panas menekan mulutku otomatis tanpa disuruh bibirku melahap seluruh cairan yang membasahi liang kemaluan Mbak Narsih.. rasanya.. sedikit agak asin.. Lidahku menyeruak masuk ke dalam liang kemaluan Mbak Narsih hingga kepala Mbak Narsih terdongak dan pantatnya semakin menekan wajahku.

"Shh.. terusshh Diikk.. ohh" Lidahku terus menerobos liang kemaluannya dan masuk sedalam-dalamnya.
Aku semakin gelagapan susah bernapas karena kemaluan Mbak Narsih begitu ketat menekan mulut dan hidungku. Tekanan pantatnya semakin ketat saat tubuhnya meliuk-liuk dan berkejat-kejat saat kusedot tonjolan daging di sela-sela liang kemaluannya. Mbak Narsih menjerit dan semakin kuat menekankan pantatnya hingga hidung dan mulutku seolah amblas ditelan bongkahan liang kemaluannya yang menindihku.

"Upf.. brr..! Karena tak tahan susah bernapas kusembur kencang-kencang liang kemaluannya hingga menimbulkan bunyi aneh seberti kain robek. Brrtt..!
"Ihh.." Mbak Narsih menjerit kaget atas kenakalanku itu.
"Awas ya.. entar Mbak balas kamu.." jeritnya manja.
"Abis.. aku enggak bisa bernapas.. Mbak juga sih.." balasku tak kalah manja sambil meremas-remas bongkahan pantatnya yang sekal dengan gemas.

Mbak Narsih pun membalas aksiku tadi. Kini disedotnya kuat-kuat lubang saluran kencingku.. aku sempat mengawang merasakan kenikmatan yang tiada tara ini. Aku pun balas lagi kutekan pantatnya dan kudekatkan bibir kemaluannya ke mulutku dan mulai mlumat bibir kemaluannya dengan gemas. Kembali Mbak Narsih menggelinjang dan akhirnya tak tahan sendiri.

"Oh.. su.. sudah diikk..!" desisnya, "Mbak sudah enggak kuat.."

Lantas ia mengubah posisinya. Sekarang kami berhadap-hadapan dan Mbak Narsih masih di atas tubuhku. Dengan tanggannya batang kemaluanku dicocokkannya ke liang kemaluannya yang sudah sangat licin. Setelah tepat kemudian ditekannya pantatnya pelan pelan hingga batang kemaluanku mulai menyeruak kehangatan liang kemaluannya.

Aku menggigit bibirku agar tidak melenguh. Hingga bless.. hampir seluruh batang kemaluanku terbenam dalam kehangatan liang kemaluan Mbak Narsih. Mbak Narsih menghentikan gerakannya dan kami menikmati keindahan saat-saat menyatunya tubuh kami. Kami saling bertatap pandang dan tersenyum mesra. Oh.. alangkah mesranya.
"Aku sayang kamu Dikk.." bisik Mbak Narsih di telingaku dengan mesra.
"Aku juga Mbak.." balasku tak kalah mesra.
Kemudian bibir kami saling berpagutan. Lidah kami saling bertaut.

Dengan pelan Mbak Narsih mulai menggoyangkan pantatnya naik turun di atas tubuhku. Batang kemaluanku semakin kencang tergesek-gesek dalam jepitan liang kemaluannya. Tanganku tak tinggal diam. Kuremas buah pantat Mbak Narsih dengan gemas. Semakin lama semakin cepat Mbak Narsih menggoyangkan pantatnya di atas tubuhku. Mulutnya tak henti-hentinya mendesis dan merintih. Aku pun mengimbangi gerakannya dengan memutar pinggulku menuruti instingku. Mbak Narsih semakin liar menggoyangkan pantatnya dan mulutnya semakin kencang merintih.

"Ouch.. terushh.. Diikk.." mulutnya terus merintih.
"Mbak mau kell.. oohh.." belum habis ia bicara ternyata Mbak Narsih sudah sampai ke puncak pendakiannya.

Tubuhnya meliuk dan berkejat-kejat bak terkena aliran listrik yang dahsyat. Aku pun semakin kencang memutar pantatku mengimbangi gerakannya dan terdorong keinginan untuk memuaskan hasrat wanita yang kusayangi ini.

"Kamu.. hebb. bathh.." bisik Mbak Narsih mesra.

Beberapa kali ia menggelepar di atas tubuhku dan akhirnya tubuhnya ambruk di atas perutku. Ia terdiam beberapa saat. Kubiarkan Mbak Narsih untuk menikmati keindahan yang baru diperolehnya. Aku yang sudah dua kali mengeluarlan air mani selama satu malam itu merasa belum apa apa.

Setelah napasnya mulai teratur kubisikkan agar Mbak Narsih mengubah posisi. Sekarang kuminta Mbak Narsih tengkurap di ranjang dan kujulurkan kedua kakinya ke lantai hingga pantatnya yang indah menungging di tepi tempat tidur. Perutnya kuganjal dengan bantal hingga posisi menunggingnya agak tinggi. Indah sekali pemandangan yang terpampang di hadapanku.

Betapa tubuh telanjang Mbak Narsih dengan pantatnya yang indah tengkurap dengan posisi menungging. Kunikmati pemandangan ini beberapa saat hingga Mbak Narsih mengomel manja.

"Ayo.. tunggu apa lagi" dia mengomel dengan manja.

Aku pun menempatkan posisiku tepat di belakangnya. Dengan berdiri kucocokkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya dari arah belakang. Kugesek-gesek liang kemaluannya dengan kepala batang kemaluanku agar licin. Setelah licin, dengan pelan kutekan batang kemaluanku hingga menyeruak liang kemaluan Mbak Narsih. Beberapa kali kukocok batang kemaluanku sebelum kubenamkan seluruhnya.

Mbak Narsih mulai mendesis dan dengan pelan mulai menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakanku. Setelah beberapa kali kocokan dengan sekuatnya kutekan pantatku hingga seluruh batang kemaluanku amblas ke dalam liang kemaluan Mbak Narsih.
Kepala Mbak Narsih terdongak saat tulang kemaluanku beradu dengan pantatnya. Plok.. plok.. plok terdengar bunyi beradunya tulang kemaluanku dengan pantatnya hingga menimbulkan gairah tersendiri bagiku. Apalagi mulut Mbak Narsih kembali mendesis dan merintih saat batang kemaluanku mengocok liang kemaluannya. Aku semakin bersemangat memacu dan mengayunkan batang kemaluanku dalam jepitan liang kemaluannya.

Mbak Narsih semakin liar menggoyangkan pantatnya membuat mataku terbeliak menahan nikmat. Karena dengan gerakannya itu batang kemaluanku seolah-olah diremas-remas dan dipelintir. Kutekan pantat Mbak Narsih agar tidak terlalu kencang berputar. Aku bisa menahan napas lega begitu aku dapat mengontrol diriku agar tidak terbawa permainan Mbak Narsih. Aku ingin berlama-lama merendam batang kemaluanku dalam jepitan kehangatan liang kemaluannya. Aku tidak ingin cepat-cepat selesai.

"Ayoo.. kok pelan.." protes Mbak Narsih begitu aku memperlambat tempo.

Pantatnya semakin kencang. Kembali ia memutar pantatnya semakin lama semakin cepat hingga aku kembali merasakan desakan yang sangat dahsyat menekan dari perut bagian bawahku. Aku harus berusaha keras menahan desakan yang menggelegak dan kembali kutekan pantat Mbak Narsih agar tidak terlalu cepat berputar.

Batang kemaluanku yang terjepit dalam kehangatan liang kemaluannya seolah-olah terpelintir dan terjepit kian erat. Ujung kemaluanku terasa berdenyut-denyut seperti mau meledak. Semakin lama denyutan di ujung batang kemaluanku semakin kuat. Apalagi pantat Mbak Narsih bukan hanya berputar, tetapi sesekali diselingi dengan gerakan maju mundur mengikuti ayunan pantatku. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi untuk mengeluarkan air maniku.

"Akhh.. Mbaak.. aku.. aku.. ma.." napasku kian tersengal hampir tak kuat lagi menahan gejolak.

Mbak Narsih semakin liar memutar pantatnya. Payudaranya berguncang-guncang seiring dengan gerakan tubuhnya yang liar. Suara beradunya pantat Mbak Narsih dengan tulang kemaluanku semakin keras bercampur dengan deru dengusan napas dan rintihan kami.
Aku semakin cepat mengayunkan pantatku maju mundur disambut dengan gerakan meliuk dan maju mundur pantat Mbak Narsih. Gerakanku semakin tak teratur saat desakan yang sudah tak mampu lagi ku bendung meledak. Ujung batang kemaluanku berdenyut kian kencang dalam jepitan liang kemaluan Mbak Narsih.

"Arghh.." aku melenguh kuat.

Mataku terbeliak dan tubuhku tersentak seperti terkena aliran listrik. Kucengkeram buah pantat Mbak Narsih dan kutekan dengan kuat hingga batang kemaluanku semakin dalam menghunjam ke dalam liang kemaluannya. Crat..! crat.. crat.. crat.. cratt.. Hampir lima kali kusemburkan air maniku kedalam rahim Mbak Narsih.

"Ouch.. shh.." Mbak Narsih pun rupanya mengalami orgasme pada saat yang bersamaan denganku.

Tubuhnya meliuk dan ikut berkelejat dan beberapa saat kemudian tubuh kami ambruk. Batang kemaluanku masih terjepit erat dalam liang kemaluan Mbak Narsih. Kubiarkan saja batang kemaluanku di sana. Aku rasanya sudah tak punya tenaga untuk menariknya. Kutindih tubuh telanjang Mbak Narsih yang masih nungging di atas tempat tidur empuk itu. Kami sama-sama mengatur napas setelah berpacu dalam nikmat (Mirip acarany Mas Koes Hendratmo aja Cuma dia bikinnya 'Berpacu dalam Melody' Ha.. ha.. ha!)

Kami sama-sama terdiam. Kupeluk tubuh Mbak Narsih. Tubuh kami sama-sama basah dengan keringat. Aku masih sempat merasakan liang kemaluan Mbak Narsih berdenyut-denyut menjepit batang kemaluanku yang sengaja tidak kulepas. Perlahan-lahan batang kemaluanku mulai terdorong keluar oleh denyutan liang kemaluan Mbak Narsih.

Plop.. akhirnya batang kemaluanku terlepas dari jepitan liang kemaluan Mbak Narsih dengan sendirinya. Kugigit ujung telinga Mbak Narsih sebagai ungkapan rasa sayangku. Kami bertatapan dan saling tersenyum mesra.

"Kamu cepat pintar.. sayang" bisik Mbak Narsih mesra.
"Siapa dulu dong instrukturnya.." balasku sambil mencium bibirnya.

Kembali bibir kami saling bertautan. Batang kemaluanku yang baru saja 'terlempar' keluar dari liang kemaluan Mbak Narsih mulai berlagak lagi. Perlahan namun pasti ia mulai mengeras. Gila! Baru berdekatan aja sudah bertingkah. Mungkin capai dengan posisi nungging, Mbak Narsih pun menggulingkan tubuhnya dan kini kami saling menindih dengan posisi saling berhadapan lagi. Bibir kami masih tetap saling melumat dan lidah kami pun saling dorong mendorong.

Batang kemaluanku yang sudah keras kembali menempel ketat pada gundukan di selangkangan Mbak Narsih yang hangat dan mulai basah lagi. Tanganku pun tak mau diam. Kedua payudara Mbak Narsih yang sekal menjadi bulan-bulanan tanganku yang sibik remas sana remas sini, raba sana raba sini..

Mendapat perlakuanku yang agak kasar, tubuh Mbak Narsih menggelinjang di bawah tindihan tubuhku. Napasnya mulai memburu. Lalu tangannya mencari-cari dan akhirnya terpeganglah batang kemaluanku yang sudah sempurna dan siap tempur. Dibimbingnya batang kemaluanku ke celah-celah di selangkangannya dan digesek-gesekannya di celah hangat dan sempit itu. Setelah licin tiba-tiba kedua tangan Mbak Narsih memegang pantatku dan ditariknya hingga batang kemaluanku kembali menghunjam liang kemaluannya dan bersarang di sana.

Kembali kami mengulang persetubuhan kami. Entah berapa babak kami bertempur hari itu. Kami baru pulang ke rumah kami masing-masing setelah waktu check out habis, antar jam 1 atau jam 2 siang itu. Kami pun berjanji akan meneruskan ritual di Gn Kmks malam Jum'at berikutnya.

Tamat...

Bagai Mana Dengan Cerita Nafsu Birahi nya?
Bagus Bukan!
Jangan Malas Untuk Membagikan Cerita Nafsu Birahi Ini Dan Baca Juga Cerita Nafsu Birahi Lainnya Di Bawah Ini:
Read more
 
Blogger Templates